Rabu, 28 Januari 2026

Ini Landmark Baru Pariwisata Banyuwangi


  • Sabtu, 09 Maret 2019 | 00:53
  • | News
 Ini Landmark Baru Pariwisata Banyuwangi Foto: PT INKA

ARAHDESTINASI.COM: Pabrik industri kereta api terintegrasi dan terbesar di Asia milik PT Industri Kereta Api (INKA) bekerjasama dengan Stadler Rail Group dari Swiss, serta Museum Kereta Api terlengkap di Banyuwangi, akan menjadi landmark baru pariwisata di Kabupaten yang terletak di Jawa Timur itu.

Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengatakan, pengembangan industri kereta di Banyuwangi menyimpan cerita unik. INKA, katanya, semula ingin membangun pabrik sebagaimana di tempat lain yang bangunannya kurang-lebih seragam.

"Tetapi, ternyata di Banyuwangi kami diajak menjadi bagian pengembangan pariwisata. Desain awal bangunan yang kami presentasikan akhirnya diubah dengan mengusung arsitektur hijau, mengadopsi kekhasan Suku Osing Banyuwangi," ujarnya seperti dikutip Antara.

Dengan model pengembangan pabrik kereta api yang keren dan unik ditambah keberadaan museum kereta api terlengkap, maka akan berkembang menjadi objek wisata.

"Kami memang diminta Pak Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) membawa peradaban dan kebudayaan Banyuwangi pada pabrik yang kami bangun. Istilah Pak Azwar Anas menitipkan kebudayaan di tengah kemajuan ekonomi, maka pabrik kereta api ini kental dengan budaya Suku Osing, sangat unik dan membawa suasana segar," katanya.

Budi menambahkan, pabrik baru di Banyuwangi akan difokuskan menggarap pesanan dari berbagai negara, khususnya pasar Asia, Australia, dan Afrika.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, INKA menjadi landmark baru, begitu juga museum perkeretaapian.

"Kami ingin INKA tidak hanya sekadar industri, tapi juga membawa kekayaan peradaban dan kebudayaan daerah. Adanya museum juga bisa menjadi objek wisata teknologi dan edukasi," tuturnya.

Bupati Anas menambahkan, di Banyuwangi, setiap ruang publik dan bangunan baru harus mengakomodasi kekhasan Suku Osing. "Ini ikhtiar membangun mainstream pariwisata, sehingga terinternalisasi ke seluruh sektor di Banyuwangi," ujarnya.

Chairman Staer Rail Group, Peter Spuhler mengatakan pihaknya antusias membawa teknologi terbaru Eropa ke Banyuwangi. "Stadler kini memiliki 10 pabrik dari Rusia sampai Amerika Serikat. Sekarang kami akan memasuki banyak pasar baru potensial. Kita sambut masa depan yang cerah," katanya.

Pabrik di Banyuwangi, kmenjadi pabrik kereta terbesar di Indonesia dengan investasi Rp1,6 triliun. PT INKA menggandeng Stadler Rail Group dari Swiss dan salah satu produsen kereta terbesar dunia yang akan membawa teknologi terbaru kereta api ke Banyuwangi.

PT INKA akan merekrut 2.000 pekerja lokal di pabrik baru itu, dan sebagian bakal dikirim magang selama tiga bulan di Swiss sembari menunggu pabrik Banyuwangi dalam proses pembangunan yang ditargetkan rampung pada 2020. (*)

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru