Minggu, 08 Maret 2026

Tren Libur Akhir Tahun Bergeser: Kota Regional Jadi Motor Baru Wisata Domestik


 Tren Libur Akhir Tahun Bergeser: Kota Regional Jadi Motor Baru Wisata Domestik Candi Prambanan merupakan salah satu destinasi wisata di Jogjakarta. (Net)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM – Peta perjalanan masyarakat Indonesia pada libur akhir tahun mulai berubah arah. Laporan New Year Travel Report 2026 Indonesia dari PRISM menunjukkan bahwa dominasi kota besar memang masih kuat, tetapi pertumbuhan justru makin ditopang oleh kota-kota regional dan destinasi sekunder.

Fenomena ini menandai distribusi perjalanan yang lebih merata. Wisatawan tak lagi terpaku pada tujuan klasik, melainkan mulai menjelajah kota-kota alternatif yang menawarkan pengalaman baru dengan akses semakin mudah.

Kota Besar Tetap Kuat, Tapi Bukan Satu-Satunya

Selama periode puncak liburan, Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Bandung tetap mencatat mobilitas tertinggi. Jakarta masih menjadi jantung pergerakan nasional berkat kombinasi perjalanan bisnis dan rekreasi. Yogyakarta dan Bali terus memikat lewat kekayaan budaya dan atraksi wisata, sementara Bandung unggul sebagai destinasi short getaway.

Namun sorotan kini mengarah ke Medan, Batam, Solo, Bogor, hingga Makassar. Kota-kota ini menunjukkan lonjakan minat wisatawan seiring konektivitas yang makin baik dan pilihan aktivitas yang lebih beragam. Bagi banyak pelancong, kota regional menawarkan suasana lebih santai dengan biaya yang relatif terjangkau.

Wisatawan Menginap Lebih Lama

Data PRISM juga mencatat perubahan perilaku pemesanan. Jakarta memang memimpin dari sisi jumlah transaksi, tetapi Yogyakarta, Bali, dan Bandung unggul dalam nilai pemesanan. Artinya, wisatawan cenderung memilih durasi menginap lebih panjang serta akomodasi dengan fasilitas lebih lengkap.

Tren serupa terlihat di kota sekunder. Pertumbuhan pemesanan di Medan, Batam, Solo, Bogor, dan Makassar ikut mengerek performa nasional, menandakan bahwa pemerataan wisata domestik bukan lagi sekadar wacana.

Jawa Barat dan Jakarta Masih Jadi Poros

Pada level provinsi, Jawa Barat muncul sebagai salah satu wilayah tersibuk berkat kedekatannya dengan Jakarta dan banyaknya pilihan destinasi. DKI Jakarta tetap menjadi pusat perjalanan antarkota dan kegiatan bisnis, disusul Jawa Timur, Sumatra Utara, dan DI Yogyakarta yang menunjukkan permintaan stabil sepanjang musim liburan.

Desember kembali menjadi bulan paling padat. Puncak mobilitas terjadi menjelang pergantian tahun, terutama untuk liburan keluarga dan perjalanan yang lebih fleksibel.

Wisatawan Makin Fleksibel Memilih Tujuan

Country Head PRISM Indonesia, Hendro Tan, menilai data ini mencerminkan perubahan cara orang berlibur.

“Perjalanan domestik kini semakin terdiversifikasi. Kota besar tetap menjadi jangkar, tetapi pertumbuhan justru banyak datang dari kota regional. Wisatawan lebih fleksibel memilih destinasi dan durasi perjalanan,” ujarnya.

Akomodasi Terstandar Tetap Favorit

Di tengah tingginya mobilitas, hotel kelas budget dan menengah dengan layanan konsisten masih menjadi pilihan utama. Faktor kenyamanan, akses mudah, dan nilai yang sepadan dengan harga menjadi pertimbangan penting bagi wisatawan.

PRISM merupakan perusahaan teknologi global sekaligus induk dari OYO yang melayani lebih dari 100 juta pelanggan di lebih dari 35 negara. Perusahaan ini menghadirkan solusi terpadu untuk kebutuhan mobilitas dan gaya hidup urban—mulai dari akomodasi jangka pendek, hunian jangka panjang, liburan premium, ruang kerja bersama, hingga teknologi perhotelan yang dapat diskalakan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Indonesia Terbaru