Loading
Sutala Market Resmi Hadir di Nuanu, Bali Siapkan Ikon Gastronomi Baru Asia Tenggara. (Foto: Istimewa)
BALI, ARAHDESTINASI.COM – Bali kembali menambah daya tarik di sektor pariwisata dan kuliner. Nuanu Creative City memperkenalkan Sutala Market, kawasan gastronomi dan lifestyle yang dirancang menjadi destinasi kuliner berkelas dunia sekaligus ruang bertemunya budaya, kreativitas, dan komunitas.
Mengusung konsep terpadu, Sutala Market tidak hanya menghadirkan beragam pilihan makanan lokal dan internasional, tetapi juga menawarkan pengalaman kuliner yang imersif dalam satu kawasan. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu destinasi gastronomi terbaik di Asia Tenggara.
Soft launch Sutala Market dijadwalkan berlangsung pada kuartal keempat (Q4) 2026.
Baca juga:
TransNusa Buka Rute Langsung Bali–Phuket, Terbang Perdana 9 September 2026 Mulai Rp2,9 JutaDestinasi Kuliner Seluas 17.000 Meter Persegi
Berlokasi di kawasan Nuanu Creative City, Sutala Market dibangun di atas lahan seluas 17.000 meter persegi. Kawasan ini akan menjadi rumah bagi lebih dari 50 tenant gastronomi dan lifestyle yang telah melalui proses kurasi.
Sebanyak 34 konsep kuliner dan 22 tenant lifestyle serta ritel akan mengisi kawasan tersebut. Ruang usaha dengan ukuran mulai dari 20 hingga 262 meter persegi disiapkan untuk mengakomodasi restoran, chef ternama, pelaku UMKM kreatif, hingga brand kuliner baru yang ingin berkembang di Bali.
Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan perpaduan harmonis antara gastronomi, ritel, seni, dan budaya dalam satu destinasi.
Kuliner sebagai Penggerak Pariwisata
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan destinasi kuliner memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan pariwisata, ekonomi, dan pertukaran budaya.
Menurutnya, Sutala Market dibangun dengan semangat keberagaman agar menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat, wisatawan, dan komunitas untuk menikmati pengalaman kuliner bersama.
Lev menegaskan bahwa proyek ini juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup para penghuni Nuanu Creative City melalui kehadiran berbagai pilihan restoran terbaik.
Ia mengungkapkan proses pengembangan Sutala Market dilakukan dengan riset yang panjang, termasuk memilih lebih dari 30 restoran berkualitas agar mampu menghadirkan standar kuliner terbaik dalam satu kawasan.
Buka Peluang bagi Restoran Lokal dan Internasional
Menjelang soft launch, Sutala Market membuka kesempatan bagi restoran lokal maupun internasional untuk menjadi bagian dari ekosistem kuliner tersebut.
Nuanu menawarkan skema kemitraan jangka panjang yang memberikan berbagai keuntungan bagi tenant. Mulai dari masa fit-out hingga enam bulan tanpa biaya sewa, struktur biaya yang kompetitif, skema revenue sharing, dukungan pemasaran, hingga akses terhadap jutaan pengunjung Bali setiap tahun.
Selain itu, tenant juga akan mendapatkan keuntungan dari komunitas penghuni Nuanu yang terus berkembang serta rangkaian acara budaya dan hiburan yang digelar sepanjang tahun.
Bangun Ekosistem Kuliner Berkelanjutan
Direktur Sutala Market, Conrad, menegaskan bahwa setiap tenant diposisikan sebagai mitra strategis, bukan sekadar penyewa ruang usaha.
Menurutnya, keberhasilan sebuah destinasi kuliner bergantung pada kolaborasi yang saling menguntungkan antara pengelola dan pelaku usaha.
Melalui pengelolaan kawasan yang terintegrasi, pemasaran destinasi secara menyeluruh, serta kurasi konsep kuliner yang tepat, Sutala Market diharapkan menjadi ekosistem yang mampu mendukung pertumbuhan bisnis tenant secara berkelanjutan.
Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Gastronomi Dunia
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Bali setiap tahun, sektor gastronomi terus berkembang menjadi salah satu identitas utama Pulau Dewata.
Melalui Sutala Market, Nuanu ingin menghadirkan destinasi yang menyatukan talenta kuliner terbaik, inovasi lokal, dan pengalaman bersantap yang berkesan.
Kehadiran kawasan ini diharapkan semakin memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pusat wisata gastronomi terkemuka di tingkat global.