Senin, 17 Agustus 2026

Borobudur Expo 2026 Bidik Transaksi Bisnis dan Perkuat Ekosistem Pariwisata Jawa Tengah


  • Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:00
  • | News
 Borobudur Expo 2026 Bidik Transaksi Bisnis dan Perkuat Ekosistem Pariwisata Jawa Tengah Arsip foto - Petugas Museum dan Cagar Budaya (MCB) memasang batu saat proses pemindahan Arca Unfinished Buddha di Lapangan Kenari Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (26/5/2026). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nym.

SEMARANG, ARAHDESTINASI.COM – Ratusan pelaku industri pariwisata akan bertemu dalam Borobudur Beyond Tourism Expo (BBTE) 2026 di Kota Magelang, Jawa Tengah. Ajang ini tidak hanya menawarkan promosi destinasi, tetapi juga diarahkan menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha, membuka jaringan, hingga menghasilkan kerja sama bisnis nyata.

BBTE 2026 dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat posisi kawasan Borobudur sekaligus mendorong pertumbuhan industri pariwisata Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan BBTE 2026 sejalan dengan konsep aglomerasi global yang tengah dikembangkan di Jawa Tengah.

“BBTE 2026 digelar karena memiliki nilai strategis dalam memperkuat kawasan Borobudur dan pariwisata Jawa Tengah,” kata Hanung di Semarang, Minggu (16/8/2026).

Borobudur Tak Hanya Jadi Destinasi Wisata

Menurut Hanung, kawasan Borobudur memiliki potensi yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar menjadi tujuan wisata.

Borobudur dapat dikembangkan sebagai hub pariwisata Jawa Tengah yang menghubungkan berbagai destinasi, produk wisata, pelaku industri, hingga sektor ekonomi kreatif.

Konsep tersebut membutuhkan konektivitas dan kolaborasi antarpelaku usaha. Karena itu, penguatan kawasan Borobudur diarahkan untuk membangun ekosistem pariwisata yang saling terhubung dan memberikan dampak ekonomi lebih luas.

“Business to Business” atau B2B menjadi salah satu pendekatan utama dalam BBTE 2026. Dengan konsep ini, pertemuan antara pelaku industri diharapkan tidak berhenti pada kegiatan promosi, tetapi berlanjut menjadi peluang bisnis.

Targetkan 200 Buyers dan 100 Sellers

Ketua Panitia BBTE 2026, Sugeng Sugiantro, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong terjadinya business matching, networking, serta penjajakan kerja sama.

“Kami ingin buyers datang bukan hanya untuk melihat Borobudur, tetapi melakukan business matching, membangun networking dan membuka kerja sama,” ujarnya.

Panitia menargetkan sekitar 200 buyers dan 100 sellers atau penyedia jasa pariwisata ikut ambil bagian dalam pertemuan bisnis tersebut.

Pertemuan ini diharapkan membuka peluang baru bagi pelaku usaha pariwisata, mulai dari destinasi, akomodasi, perjalanan wisata, MICE, hingga sektor ekonomi kreatif.

Angkat Potensi Wisata, MICE, dan Ekonomi Kreatif

BBTE 2026 juga tidak hanya melihat Borobudur dari sisi destinasi. Agenda tersebut dirancang untuk memperkenalkan lebih luas berbagai potensi Jawa Tengah, termasuk keramahan, sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), serta ekonomi kreatif.

Dengan pendekatan tersebut, wisatawan maupun pelaku industri diharapkan dapat melihat Jawa Tengah sebagai sebuah ekosistem pariwisata yang memiliki beragam produk dan pengalaman.

Kehadiran pelaku industri dari berbagai sektor juga membuka peluang terjadinya kolaborasi lintas daerah dan lintas bisnis.

Bukan Sekadar Pameran

Group CEO RajaMICE, Panca Rudolf Sarungu, menegaskan bahwa BBTE 2026 dirancang bukan sekadar sebagai pameran pariwisata.

Menurut dia, kegiatan tersebut diarahkan menjadi platform bisnis yang mempertemukan pasar dengan berbagai produk pariwisata Indonesia.

“BBTE diharapkan menjadi platform bisnis yang mempertemukan pasar dengan produk Indonesia,” katanya dikutip Antara.

Dengan konsep tersebut, keberadaan BBTE 2026 diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih konkret bagi industri pariwisata, khususnya melalui terbentuknya jaringan bisnis dan peluang transaksi.

Digelar 25–28 Oktober 2026 di Magelang

Borobudur Beyond Tourism Expo (BBTE) 2026 akan berlangsung di Kota Magelang, Jawa Tengah, pada 25–28 Oktober 2026.

Pertemuan ini diharapkan menjadi salah satu momentum untuk memperkuat kawasan Borobudur sebagai simpul pariwisata dan bisnis, sekaligus memperluas pasar bagi produk-produk pariwisata Jawa Tengah dan Indonesia.

Bagi industri pariwisata, BBTE 2026 bukan hanya tentang memperkenalkan destinasi, tetapi juga bagaimana potensi tersebut diterjemahkan menjadi jejaring, kolaborasi, investasi, dan transaksi bisnis yang memberikan dampak ekonomi berkelanjutan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru