Rabu, 16 September 2026

Dari Keamanan hingga Krisis Medsos, Persepsi Jadi Tantangan Pariwisata


  • Rabu, 16 September 2026 | 08:32
  • | News
 Dari Keamanan hingga Krisis Medsos, Persepsi Jadi Tantangan Pariwisata Keamanan Dan Keselamatan wisatawan jadi kunci Untuk membentuk persepsi positif d

BATU, ARAHDESTINASI.COM - Staf Ahli Bidang Manajemen, khususnya Manajemen Krisis Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Fadjar Hutomo menegaskan pariwisata tidak bisa dilepaskan dari persepsi publik. Ketika sebuah destinasi dipersepsikan tidak aman, persoalan tersebut dapat menjadi beban bagi perkembangan pariwisata.

 

“Bicara pariwisata, maka pasti bicara tentang persepsi. Ketika sebuah tempat dipersepsikan tidak safe maka akan jadi beban,” ujar Fadjar dalam kegiatan Ngobrolin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ngoprek) bertajuk “Safety Tourism, Sustainable Future: Membangun Wisata Aman, Edukatif, dan Berkelanjutan” yang dilaksanakan Forwarparekraf di Jatim Park 3, Batu, Jawa Timur, kemarin (15/9).

Menurut dia, keamanan dan keselamatan pariwisata merupakan persoalan lintas sektoral. Kementerian Pariwisata tidak memiliki kewenangan terhadap seluruh aspek yang berkaitan dengan keselamatan di destinasi, sehingga diperlukan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Seindah apa pun destinasi, tapi jika safety terabaikan akan memunculkan persepsi negatif,” katanya.

Karena itu, safety tourism saat ini menjadi salah satu program prioritas di Kemenpar. Pengelolaan potensi risiko perlu dilakukan sejak awal dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pengelola destinasi, termasuk wisatawannya sendiri.

Kemenpar, lanjut Fadjar mengajak  semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan ketat dalam penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) tehadap masyarakat sekitar dan wisatawan.

D acara yang sama, Direktur Jawa Timur Park 3, Suryo Widodo menjelaskan, keselamatan wisatawan menjadi salah satu perhatian utama Jatim Park 3 dalam mengelola destinasi wisata. Pengelola menerapkan sistem Keamanan, keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3L), baik untuk internal maupun eksternal, yang diperkuat melalui pelatihan serta sertifikasi secara berkala.
 
“Pelatihan dan training rutin dilakukan dan sudah sesuai serta disertifikasi dari lembaga-lembaga terkait,” ujar Surya
 
investasi di bidang keselamatan menurut Suryo, tidak dilakukan sekali, melainkan menjadi proses yang terus berjalan. Jatim Park 3 melakukan pelatihan setiap enam bulan dan pelaksanaannya turut dimonitor oleh pemerintah provinsi.

Sejumlah pelatihan juga melibatkan instansi terkait. Untuk penanganan kebakaran, misalnya, pengecekan peralatan dilakukan secara langsung bersama petugas pemadam kebakaran.

Selain pelatihan eksternal, Jatim Park 3 mengembangkan in-house training untuk meningkatkan kemampuan petugas. Salah satunya adalah pelatihan bagi pawang satwa melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman antarpetugas.

“Untuk pawang ular, kami melakukan in-house training, sharing antarpawang dan sertifikasi internal karena memang belum ada sertifikasi dari lembaga resmi,” katanya.

Menurut Surya, konsep safety tourism tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun destinasi wisata yang berkelanjutan. Karena itu, keselamatan, kenyamanan, aksesibilitas, kepedulian terhadap lingkungan, hingga kualitas layanan harus berjalan bersama.

Dengan pendekatan tersebut, Jatim Park 3 berupaya memastikan wisatawan tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperoleh pengalaman berwisata yang aman, nyaman dan edukatif.

Sementara itu Titik S Ariyanto, Manager Marketing & PR Jawa Timur Park Group mengatakan, dalam menciptakan persepsi positif diperlukan kerja keras dan upaya sistematis. 
 
Ia membentuk  tim yang solid bekerja dalam 24 jam untuk memonitor dan melakukan action terhadap setiap postingan (berupa keluhan, saran, dan berita hoax) dari masyarakat (wisatawan).
 
“Krisis komunikasi di sosial media (medsos)  sangat luar biasa. Saya punya tim yang harus bekerja keras memantau setiap komentar dan postingan melalui early warning system dalam 24 jam. Kalau ada informasi negatif, kita langsung buat rencana dan mengambil tindakan segera  atau take action, “ katanya. 
 
 
Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru