Loading
Keamanan Dan Keselamatan wisatawan jadi kunci Untuk membentuk persepsi positif d
BATU, ARAHDESTINASI.COM - Staf Ahli Bidang Manajemen, khususnya Manajemen Krisis Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Fadjar Hutomo menegaskan pariwisata tidak bisa dilepaskan dari persepsi publik. Ketika sebuah destinasi dipersepsikan tidak aman, persoalan tersebut dapat menjadi beban bagi perkembangan pariwisata.
“Bicara pariwisata, maka pasti bicara tentang persepsi. Ketika sebuah tempat dipersepsikan tidak safe maka akan jadi beban,” ujar Fadjar dalam kegiatan Ngobrolin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ngoprek) bertajuk “Safety Tourism, Sustainable Future: Membangun Wisata Aman, Edukatif, dan Berkelanjutan” yang dilaksanakan Forwarparekraf di Jatim Park 3, Batu, Jawa Timur, kemarin (15/9).
Baca juga:
Jatim Park Group Siapkan Mega Science Center dan Aquarium Underwater, Investasi Capai Rp220 MiliarMenurut dia, keamanan dan keselamatan pariwisata merupakan persoalan lintas sektoral. Kementerian Pariwisata tidak memiliki kewenangan terhadap seluruh aspek yang berkaitan dengan keselamatan di destinasi, sehingga diperlukan koordinasi dengan berbagai pihak.
“Seindah apa pun destinasi, tapi jika safety terabaikan akan memunculkan persepsi negatif,” katanya.
Karena itu, safety tourism saat ini menjadi salah satu program prioritas di Kemenpar. Pengelolaan potensi risiko perlu dilakukan sejak awal dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pengelola destinasi, termasuk wisatawannya sendiri.
Kemenpar, lanjut Fadjar mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan ketat dalam penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) tehadap masyarakat sekitar dan wisatawan.
Baca juga:
Kemenpar Luncurkan Wonderful Indonesia Scale-up Hub 2025 untuk Akselerasi Usaha PariwisataSejumlah pelatihan juga melibatkan instansi terkait. Untuk penanganan kebakaran, misalnya, pengecekan peralatan dilakukan secara langsung bersama petugas pemadam kebakaran.
Selain pelatihan eksternal, Jatim Park 3 mengembangkan in-house training untuk meningkatkan kemampuan petugas. Salah satunya adalah pelatihan bagi pawang satwa melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman antarpetugas.
“Untuk pawang ular, kami melakukan in-house training, sharing antarpawang dan sertifikasi internal karena memang belum ada sertifikasi dari lembaga resmi,” katanya.
Menurut Surya, konsep safety tourism tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun destinasi wisata yang berkelanjutan. Karena itu, keselamatan, kenyamanan, aksesibilitas, kepedulian terhadap lingkungan, hingga kualitas layanan harus berjalan bersama.
Dengan pendekatan tersebut, Jatim Park 3 berupaya memastikan wisatawan tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperoleh pengalaman berwisata yang aman, nyaman dan edukatif.