Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Indonesia Cetak Pertumbuhan Positif, Kemenparekraf Genjot Promosi & Event Daerah


  • Sabtu, 06 September 2025 | 09:30
  • | News
 Pariwisata Indonesia Cetak Pertumbuhan Positif, Kemenparekraf Genjot Promosi & Event Daerah Ilustrasi - Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Sektor pariwisata Indonesia kembali menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Laporan terbaru Kementerian Pariwisata mencatat lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sekaligus peningkatan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang Juli 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman pada Juli 2025 mencapai 1,48 juta, naik 13,01% dibandingkan Juli tahun sebelumnya. Malaysia tetap menjadi penyumbang kunjungan terbesar dengan 212.113 wisatawan, disusul Australia (173.241) dan Tiongkok (144.531).

Secara kumulatif, Januari–Juli 2025 mencatat 8,53 juta kunjungan wisman, tumbuh 10,04% dibandingkan periode yang sama 2024. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan perjalanan ke luar negeri oleh wisatawan nasional, yang justru turun 5,24%.

Wisata Domestik Ikut Tumbuh

Selain turis mancanegara, pergerakan wisatawan dalam negeri juga mencatatkan tren positif. Pada Juli 2025, tercatat 100,2 juta perjalanan wisnus, meningkat hampir 30% dibandingkan Juli 2024. Momentum ini terutama dipengaruhi libur sekolah yang mendorong masyarakat memilih destinasi lokal dibandingkan bepergian ke luar negeri.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, tren positif ini adalah hasil konsistensi pembangunan destinasi, promosi, serta kolaborasi dengan pelaku industri. “Kami optimistis angka ini akan terus meningkat hingga akhir tahun,” ujarnya.

Tantangan Okupansi Hotel

Meski jumlah kunjungan wisatawan meningkat, tingkat hunian kamar hotel justru menurun 3,57 poin persentase pada Juli 2025. Hal ini dipengaruhi dua faktor: bertambahnya akomodasi alternatif serta pertumbuhan jumlah kamar hotel yang lebih cepat dibandingkan peningkatan wisatawan.

Namun dari sisi volume, kamar terisi tetap bertambah signifikan, yakni 7,56 juta kamar pada Juli atau naik 13,18% year-on-year. Event dan MICE di kota besar disebut menjadi salah satu penggerak okupansi tersebut.

Program Strategis Kemenparekraf

Untuk menjaga momentum, Kementerian Pariwisata menggencarkan berbagai inisiatif, di antaranya:

Surat Edaran SE/4/HK.01.03/MP/2025: imbauan pendaftaran izin usaha akomodasi pariwisata demi terciptanya ekosistem usaha yang sehat dan tertib.

Karisma Event Nusantara (KEN): hingga September 2025, tercatat 61 event di 31 provinsi dengan 9,05 juta pengunjung dan perputaran ekonomi Rp691,3 miliar. Salah satunya Festival Pacu Jalur yang menarik 1,5 juta pengunjung.

Halo Wonderful: platform layanan terpadu berbasis digital untuk menampung aspirasi masyarakat dan pelaku industri pariwisata.

Program S’RASA: kerja sama lintas kementerian untuk memperkenalkan kuliner Indonesia di luar negeri melalui restoran di Amsterdam, London, New York, Tokyo, dan Sydney.

Selain itu, rangkaian kegiatan HUT ke-80 RI juga ikut menggairahkan pariwisata. Kemenparekraf bekerja sama dengan PHRI menghadirkan paket diskon hotel sepanjang Agustus, serta mendukung berbagai acara budaya dan pesta rakyat.

Harapan ke Depan

Dengan capaian positif ini, pariwisata Indonesia dipandang makin berperan penting sebagai penggerak ekonomi nasional. Selain memberi devisa, geliat wisata nusantara juga menjadi fondasi kokoh bagi pemulihan sektor pariwisata.

“Pariwisata tumbuh karena dikelola bersama dengan semangat gotong royong. Mari kita rawat sektor ini agar terus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Menteri Pariwisata Widiyanti.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru