Selasa, 17 Februari 2026

​Eksplorasi Indonesia Makin Nyaman, Ratusan Ribu Turis Asing Pilih Kereta Api Sepanjang 2025


  • Senin, 12 Januari 2026 | 15:30
  • | News
 ​Eksplorasi Indonesia Makin Nyaman, Ratusan Ribu Turis Asing Pilih Kereta Api Sepanjang 2025 Wisatawan mancanegara berada di dalam kereta api jarak jauh. ANTARA/HO-KAI

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - ​Menjelajahi keindahan Indonesia kini tak lagi melulu soal pesawat terbang. Buktinya, sepanjang tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 694.123 wisatawan mancanegara (wisman) lebih memilih duduk manis di kursi kereta api jarak jauh untuk menjangkau destinasi impian mereka.

​Angka ini bukan sekadar statistik. Ada pertumbuhan sebesar 3,7 persen jika dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 669.226 penumpang. Jika ditarik lebih jauh ke tahun 2022, lonjakannya terasa luar biasa—dari 300 ribuan hingga kini hampir menembus angka 700 ribu.

​"Peningkatan berkelanjutan ini menegaskan peran kereta api sebagai moda transportasi utama wisatawan internasional," ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resminya, Senin (12/1/2026).

​Yogyakarta dan Jakarta Jadi Magnet Utama

Stasiun Yogyakarta sukses menyandang gelar sebagai "gerbang" favorit turis asing dengan total 126.768 keberangkatan. Disusul ketat oleh Stasiun Gambir di Jakarta (114.877) dan Stasiun Bandung (70.271).

​Menariknya, puncak kepadatan turis ini terjadi pada bulan Juli dan Agustus. Momen ini bertepatan dengan musim liburan internasional (summer holiday), di mana kereta api menjadi solusi praktis untuk menghindari kemacetan sekaligus menikmati pemandangan hijau di sepanjang jalur rel Jawa.​

Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Tentang Keberlanjutan

Mengapa turis asing makin gemar naik kereta? Selain ketepatan waktu dan integrasi antarmoda yang makin baik, tren green tourism atau wisata ramah lingkungan menjadi faktor kunci.

​Kereta api dianggap sebagai moda transportasi rendah emisi jika dibandingkan kendaraan pribadi atau pesawat untuk jarak menengah. Pilihan para turis ini secara langsung mendukung komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission 2060.

​Mengalirkan Devisa Hingga ke Pelosok

Kehadiran para pelancong dunia di stasiun-stasiun daerah seperti Probolinggo, Malang, hingga Solo membawa dampak ekonomi nyata. Dari tiket kereta, uang yang mereka belanjakan mengalir ke pengusaha kuliner lokal, UMKM di stasiun, hingga jasa transportasi lanjutan.

​"Kereta api memastikan manfaat devisa pariwisata mengalir hingga ke daerah tujuan. Ini kontribusi nyata kami untuk ekonomi nasional dan lingkungan," tambah Anne.

​Dengan digitalisasi layanan dan integrasi yang semakin canggih, KAI optimis kereta api akan terus menjadi mitra strategis dalam memajukan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan di mata dunia.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru