Loading
Bus listrik Kalista yang diujicobakan di Kawasan Nusa Dua. (Posbali/Istimewa)
DENPASAR, ARAHDESTINASI.COM – Bali semakin serius menata masa depan pariwisatanya. Pemerintah Provinsi Bali kini memperluas pengembangan ekosistem transportasi ramah lingkungan, termasuk menghadirkan taksi listrik berbasis baterai sebagai bagian dari upaya mendukung pariwisata hijau.
Langkah ini ditandai dengan peluncuran sinergi Green Smart Mobility (SM) bersama Koperasi Taksi Komotra Bali di Denpasar. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, menyebut inisiatif tersebut sebagai bagian dari proses besar membangun sistem transportasi yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan di Pulau Dewata.
“Kami berupaya membangun ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Bali. Mudah-mudahan ini menjadi bagian penting dari proses transformasi transportasi,” ujarnya.
Baca juga:
DPR Sahkan Revisi UU Kepariwisataan: Dorong Pariwisata Berkelanjutan dan Berbasis MasyarakatMenurut Mudarta, kolaborasi ini sekaligus menjawab dua regulasi penting di Bali. Pertama, ketentuan usia kendaraan angkutan non-trayek seperti taksi yang dibatasi maksimal 10 tahun sesuai Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016. Kedua, Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 yang mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.
“Semangat transformasi dan pelaksanaan regulasi bisa berjalan bersamaan, termasuk peremajaan armada angkutan,” katanya.
Baca juga:
Kemenparekraf Perkuat Pariwisata Berkelanjutan lewat The 1st Indonesia Quality Tourism ConferenceLebih jauh, pengembangan taksi listrik diharapkan dapat memperbaiki wajah transportasi Bali, sekaligus memperkuat citra pariwisata hijau di mata wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain armada, peningkatan kapasitas dan kualitas pengemudi juga menjadi perhatian, dengan pelatihan yang dilakukan secara berkala.
Saat ini, layanan transportasi non-trayek di Bali dijalankan oleh enam koperasi angkutan dan satu badan usaha. Dengan masuknya kendaraan listrik, ekosistem transportasi diharapkan semakin terintegrasi dan berorientasi pada keberlanjutan.
Sementara itu, Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, melihat peluang besar kolaborasi lanjutan dengan koperasi angkutan lainnya di Bali.
“Kolaborasi strategis dengan koperasi lokal bisa mempercepat elektrifikasi kendaraan dan menyukseskan kebijakan transportasi ramah lingkungan di Bali,” ujarnya dikutip Antara.
Saat ini, layanan taksi listrik tersebut menggunakan mobil listrik bertransmisi otomatis dari pabrikan Vietnam dan dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi di ponsel pintar. Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi pengalaman baru bagi wisatawan, sekaligus langkah konkret Bali menuju pariwisata hijau yang berkelanjutan.