Rabu, 12 Agustus 2026

Dieng Culture Festival 2026 Digelar 28–30 Agustus, Bawa Semangat ‘Spirit of Harmony‘


  • Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:30
  • | News
 Dieng Culture Festival 2026 Digelar 28–30 Agustus, Bawa Semangat ‘Spirit of Harmony‘ Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat beraudiensi dengan panitia pelaksana Dieng Culture Festival (DCF) 2026 Alif Faozi, di Semarang, Selasa (11/8/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

SEMARANG, ARAHDESTINASI.COM – Dieng Culture Festival (DCF) 2026 kembali siap menyapa wisatawan pada 28–30 Agustus 2026. Berlangsung di kawasan Candi Dieng, Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, festival budaya yang memasuki penyelenggaraan ke-16 ini mengusung tema “Spirit of Harmony”.

Tema tersebut bukan sekadar slogan. DCF 2026 ingin membawa pesan tentang pentingnya membangun keharmonisan antara manusia dengan Sang Pencipta, sesama manusia, serta alam.

Ketua Pelaksana DCF 2026, Alif Faozi, mengatakan semangat harmoni tersebut menjadi bagian penting dari konsep festival yang sejak awal lahir dan berkembang dari masyarakat Dieng.

“Spirit of Harmony” juga menjadi upaya untuk menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan produk lokal Dieng serta Banjarnegara.

DCF 2026 Dorong Pariwisata Berkelanjutan

Sebagai festival yang lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat, DCF 2026 membawa misi agar kegiatan pariwisata memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap memperhatikan kelestarian alam Dieng.

Karena itu, berbagai pelaku UMKM lokal akan dilibatkan dalam penyelenggaraan festival. Produk yang ditampilkan antara lain Batik Banjarnegara, caping, carica dalam kemasan botol, purwaceng, hingga produk kopi dari para pelaku usaha di Banjarnegara.

“Dieng Culture Festival menawarkan konsep pariwisata yang berkualitas,” ujar Alif saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Selasa (11/8/2026).

Konsep tersebut akan diwujudkan melalui rangkaian kegiatan pariwisata berkelanjutan selama tiga hari dua malam. Berbagai acara tersebar di empat arena utama, yakni Venue Arjuna, Venue Pandawa, Venue Gatotkaca, serta kawasan Kompleks Candi Dieng.

Festival Kopi hingga Kirab Budaya

Setiap venue akan menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.

Di Venue Gatotkaca, misalnya, wisatawan dapat menikmati festival kopi dan berbagai pertunjukan hiburan.

Sementara itu, Venue Arjuna akan menjadi lokasi sejumlah kegiatan budaya dan lingkungan, mulai dari pelepasan aksi Dieng Bersih, Festival Domba Batur, Kongko Budaya bersama Kiai Kanjeng, hingga pagelaran seni tradisi.

Adapun Venue Pandawa menjadi salah satu pusat kemeriahan karena akan menjadi lokasi panggung utama Jazz Atas Awan.

Selain pertunjukan musik, DCF 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan lain seperti minum purwaceng bersama, penerbangan lampion, hingga kirab budaya yang berlangsung di sekitar Kompleks Candi Dieng.

Tradisi Potong Rambut Anak Gimbal Tetap Jadi Daya Tarik

Salah satu tradisi yang selalu dinantikan dalam Dieng Culture Festival adalah prosesi potong rambut anak berambut gimbal.

Tradisi budaya khas Dieng tersebut kembali digelar di Candi Arjuna. Pada DCF 2026, panitia memperkirakan sekitar 10 anak berambut gimbal akan mengikuti prosesi tersebut.

“Pencukuran atau potong rambut anak berambut gimbal akan ada di Candi Arjuna. Kurang lebih ada 10 anak berambut gimbal yang akan dicukur,” kata Alif dikutip Antara.

Tradisi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama DCF karena memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang masih dipertahankan masyarakat Dieng di tengah perkembangan pariwisata modern.

Jazz Atas Awan Kembali

DCF 2026 juga menjadi momentum kembalinya Jazz Atas Awan, setelah pada penyelenggaraan 2025 acara musik tersebut digantikan dengan Simphony Dieng.

Tahun ini, Jazz Atas Awan kembali dengan konsep artistik yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Kembalinya agenda musik tersebut diharapkan semakin memperkuat karakter Dieng Culture Festival sebagai festival yang memadukan budaya, alam, musik, kreativitas, dan pengalaman wisata dalam satu rangkaian acara.

Siapkan Diri Menghadapi Cuaca Ekstrem Dieng

Satu hal yang perlu diperhatikan wisatawan yang ingin datang ke DCF 2026 adalah kondisi cuaca Dieng.

Festival tahun ini berlangsung pada periode ketika kawasan Dieng berpotensi mengalami suhu sangat dingin. Kondisi tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman wisata yang selama ini membuat Dieng menarik bagi wisatawan.

Banyak pengunjung datang ke Dieng untuk merasakan udara dingin ekstrem hingga fenomena embun beku yang kerap disebut sebagai “salju Dieng”.

Karena itu, panitia mengimbau calon pengunjung mempersiapkan pakaian dan perlengkapan yang sesuai sebelum berangkat.

Panitia bahkan menyediakan tiga pilihan paket partisipan dengan perlengkapan berbeda. Paket Gold atau paket utama akan mendapatkan jaket tebal, paket kedua mendapatkan hoodie, sedangkan paket ketiga memperoleh t-shirt.

Pemprov Jateng Dukung DCF 2026

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Dieng Culture Festival 2026.

Menurutnya, DCF merupakan festival budaya yang lahir dari Pokdarwis Pandawa di Dieng Kulon dan kini telah berkembang menjadi salah satu ikon pariwisata Jawa Tengah, bahkan dikenal hingga tingkat nasional dan internasional.

Luthfi juga mengapresiasi upaya panitia menggabungkan kegiatan budaya dengan konsep pariwisata berkelanjutan, termasuk kampanye menjaga lingkungan melalui kegiatan Dieng Bersih.

“Festival ini sangat spesial, karena sudah menjadi destinasi nasional dan internasional. Kami dari Pemprov Jateng tentu sangat mendukung kegiatan ini,” katanya.

Pemprov Jawa Tengah, lanjutnya, juga akan mengerahkan dinas-dinas terkait untuk ikut mendukung pelaksanaan DCF 2026.

Dengan mengusung “Spirit of Harmony”, Dieng Culture Festival 2026 tidak hanya menawarkan pertunjukan dan hiburan. Festival ini juga membawa pesan tentang bagaimana budaya, masyarakat, pariwisata, dan alam dapat berjalan beriringan.

Selama tiga hari pada 28–30 Agustus 2026, Dieng kembali menjadi ruang pertemuan antara tradisi lokal, kreativitas, musik, UMKM, dan wisata alam dalam satu perayaan budaya yang menjadi salah satu agenda unggulan Jawa Tengah.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru