Sabtu, 12 September 2026

Kemenpar Bidik Wisata Musik K-Pop, Siapkan Paket Konser Terintegrasi untuk Dongkrak Pariwisata


  • Rabu, 22 Juli 2026 | 08:00
  • | News
 Kemenpar Bidik Wisata Musik K-Pop, Siapkan Paket Konser Terintegrasi untuk Dongkrak Pariwisata Kemenpar lirik peluang paket wisata konser musik, khususnya K-Pop, di Indonesia untuk menambah kunjungan wisatawan mancanegara.(Pexels/Wendy Wei)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM – Tren konser K-Pop di Indonesia dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata. Melihat antusiasme penggemar yang terus meningkat, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong lahirnya paket wisata musik atau concert tourism yang menggabungkan pengalaman menonton konser dengan kunjungan ke berbagai destinasi wisata.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan berbagai asosiasi biro perjalanan wisata, seperti ASITA, AITTA, ASTINDO, dan IINTOA, untuk menghadirkan paket wisata konser yang lebih menarik.

Menurutnya, konser musik internasional, terutama K-Pop, bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi pariwisata.

"Kementerian Pariwisata terbuka untuk berkolaborasi dengan asosiasi industri biro perjalanan wisata dalam mengembangkan paket konser musik," kata Nia di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Konser K-Pop Jadi Mesin Penggerak Pariwisata

Kemenpar menilai semakin banyaknya konser K-Pop di Indonesia merupakan peluang strategis yang harus dimanfaatkan. Event berskala internasional diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan sekaligus memperkenalkan destinasi wisata Indonesia kepada dunia.

Selain menarik wisatawan asing, penyelenggaraan konser di dalam negeri juga dinilai mampu menekan keluarnya devisa. Pasalnya, jutaan penggemar K-Pop Indonesia tidak lagi harus bepergian ke luar negeri untuk menyaksikan penampilan idolanya.

Salah satu contoh yang disoroti adalah rencana konser BTS selama tiga hari pada 26, 27, dan 29 Desember 2026. Kegiatan tersebut diperkirakan mampu mendatangkan sekitar 18.000 wisatawan mancanegara.

Dengan rata-rata pengeluaran wisatawan asing mencapai 380,1 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp6,7 juta per orang, potensi devisa yang dihasilkan diperkirakan mencapai 6,6 juta dolar AS atau sekitar Rp120,6 miliar. Nilai tersebut bahkan belum memasukkan transaksi pembelian merchandise maupun makanan dan minuman.

Efek Berganda bagi Perekonomian

Dampak ekonomi konser tidak hanya berasal dari penjualan tiket. Ribuan penonton juga akan membelanjakan uangnya untuk hotel, transportasi, kuliner, komunikasi, hingga membeli oleh-oleh dan merchandise resmi.

Perputaran uang tersebut turut memberikan pemasukan bagi negara melalui pajak, sewa venue, serta aktivitas ekonomi lainnya yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Karena itu, Kemenpar ingin mengembangkan paket wisata konser yang terintegrasi, mulai dari tiket pertunjukan, transportasi, akomodasi, hingga kunjungan ke destinasi wisata unggulan, khususnya kawasan Greater Jakarta dan daerah sekitarnya.

Wisatawan Didorong Tinggal Lebih Lama

Melalui konsep concert tourism, pemerintah berharap wisatawan tidak hanya datang untuk menonton konser, tetapi juga memperpanjang masa tinggal (length of stay) dan meningkatkan pengeluaran selama berada di Indonesia.

Semakin lama wisatawan berada di suatu destinasi, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dirasakan oleh hotel, restoran, pusat perbelanjaan, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa transportasi.

Permudah Izin Event Internasional

Kementerian Pariwisata juga memastikan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempermudah penyelenggaraan event internasional di Indonesia.

Saat ini, salah satu bentuk dukungan Kemenpar adalah menerbitkan surat rekomendasi atau surat keterangan dukungan yang menjadi salah satu dokumen dalam proses pengajuan izin penyelenggaraan acara berskala internasional.

Di sisi lain, konser idol K-Pop juga dipandang sebagai media promosi yang efektif untuk memperkenalkan destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan. Hal ini sejalan dengan karakter wisatawan asal Negeri Ginseng yang didominasi kalangan milenial dan Gen Z, segmen yang juga menjadi penggemar utama musik K-Pop.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru