Loading
Kemenparekraf Perketat Aturan Pendakian Ekstrem. (Dok Kemenpar)
JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Kementerian Pariwisata menegaskan kembali pentingnya kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam kegiatan wisata ekstrem, menyusul insiden tragis yang menimpa seorang wisatawan asal Brasil, Juliana Marins, di Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.
Juliana Marins, 26 tahun, dilaporkan terjatuh saat mendaki pada Sabtu, 21 Juni 2025. Setelah proses pencarian intensif selama empat hari, jenazahnya ditemukan di kedalaman sekitar 600 meter pada Selasa dan baru berhasil dievakuasi keesokan harinya karena kondisi medan yang ekstrem dan cuaca buruk.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa musibah ini menjadi pengingat bahwa aktivitas wisata ekstrem selalu mengandung risiko serius yang harus diantisipasi secara menyeluruh.
“Kepatuhan terhadap SOP bukan sekadar formalitas administratif, tetapi fondasi utama dalam menjamin keselamatan setiap wisatawan,” kata Widiyanti dalam keterangan yang diterima Redaksi, Sabtu.
Menteri Pariwisata mengapresiasi kerja keras tim gabungan dari Basarnas, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, dan para relawan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
Widiyanti menekankan bahwa seluruh kegiatan wisata ekstrem, terutama pendakian di Gunung Rinjani, wajib mengacu pada SOP yang tertuang dalam SK Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Nomor 19 Tahun 2022.
Sebagai langkah konkret, Kemenpar meminta seluruh pengelola destinasi dan pelaku usaha wisata ekstrem untuk memperketat pengawasan terhadap operator dan pemandu wisata, memastikan mereka memiliki sertifikasi resmi. Selain itu, pelatihan ulang keselamatan dan evakuasi juga diwajibkan bagi semua pemandu dan porter.
Kemenparek juga terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga seperti Kementerian Kehutanan, Basarnas, TNI/Polri, BPBD, Balai Taman Nasional, dan Dinas Pariwisata Daerah, guna memastikan SOP diterapkan secara efektif di lapangan.
Selain itu, edukasi bagi wisatawan lokal dan mancanegara akan terus ditingkatkan, termasuk pentingnya memilih operator resmi, penggunaan perlengkapan keselamatan, dan pemahaman terhadap potensi risiko sebelum memulai aktivitas ekstrem.
Widiyanti mengimbau para wisatawan yang sedang menikmati liburan sekolah agar selalu menggunakan jasa operator bersertifikasi, mematuhi protokol keselamatan, dan tidak menyimpang dari jalur resmi. Pelanggaran SOP dapat segera dilaporkan melalui WhatsApp resmi di nomor 0811-895-6767.
Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa keselamatan wisatawan adalah tanggung jawab bersama. Peristiwa ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pelaksanaan SOP secara nyata, demi mencegah tragedi serupa di masa mendatang.