Loading
Sport Tourism Jadi Gaya Hidup Baru, UMKM dan Destinasi Wisata Ikut Terdongkrak. (Ilustrasi AI)
JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM – Wisata olahraga atau sport tourism semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak utama sektor pariwisata Indonesia. Tidak hanya mampu menarik ribuan peserta dan wisatawan, berbagai ajang olahraga juga terbukti memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Tren ini bahkan dinilai menjadi wajah baru pariwisata Indonesia. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat, kegiatan olahraga kini bukan lagi sekadar aktivitas fisik, tetapi juga menjadi alasan seseorang melakukan perjalanan wisata.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemandu, mengatakan sport tourism merupakan salah satu cara paling efektif untuk mempromosikan destinasi wisata sekaligus menghidupkan perekonomian daerah.
Menurutnya, sebuah event olahraga mampu menghadirkan keramaian dalam jumlah besar dengan biaya promosi yang relatif efisien, namun memberikan manfaat ekonomi yang luas.
"Karena apa? UMKM-nya akan hidup. Pergerakan wisatawan nusantara dari kabupaten maupun provinsi sekitar juga meningkat. Jadi sangat efektif untuk promosi pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi lokal," ujar Vinsensius usai menghadiri ajang Senior Happy Run 5K 2026 di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Ia menjelaskan, Kementerian Pariwisata berharap setiap destinasi wisata di Indonesia memiliki agenda rutin yang berkaitan dengan wellness atau kebugaran, termasuk berbagai kegiatan sport tourism.
Wellness Tourism Terus Tumbuh Pascapandemi
Vinsensius menilai tren wellness tourism mengalami lonjakan signifikan sejak pandemi COVID-19. Wisata berbasis kesehatan dan kebugaran kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sekaligus menjadi produk pariwisata bernilai tinggi.
Dalam portofolio pariwisata Indonesia, terdapat tiga kategori utama, yakni wisata budaya (culture), wisata alam (nature), dan wisata buatan (man-made). Menurutnya, sport tourism kini menjadi salah satu sektor yang pertumbuhannya paling cepat dalam kategori wisata buatan.
"Kalau dulu wisata budaya berkontribusi sekitar 60 persen terhadap wisatawan mancanegara, wisata alam sekitar 30 persen, dan wisata buatan hanya 10 persen. Sekarang wisata buatan seperti wellness, lari, Hyrox, dan berbagai olahraga yang berkaitan dengan pariwisata meningkat hingga sekitar 20 persen," jelasnya.
Peningkatan tersebut dinilai menjadi perkembangan positif karena turut mendorong belanja wisatawan serta memberikan kontribusi terhadap penerimaan devisa dari sektor pariwisata.
Gaya Hidup Sehat Mendorong Pertumbuhan Sport Tourism
Di dalam negeri, penyelenggaraan event olahraga kini semakin marak di berbagai provinsi. Fenomena ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Menurut Vinsensius, perubahan juga terlihat pada generasi muda. Jika sebelumnya waktu luang lebih banyak dihabiskan di kafe, kini berbagai ajang lari justru menjadi magnet baru yang menarik minat mereka.
"Kalau ada event lari, sekarang anak-anak muda justru berbondong-bondong ikut. Ini menjadi tren yang sangat positif bagi perkembangan sport tourism di Indonesia," katanya.
Dengan semakin berkembangnya olahraga sebagai bagian dari gaya hidup, sport tourism diperkirakan akan terus menjadi salah satu motor pertumbuhan industri pariwisata nasional sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku UMKM di berbagai daerah.