Kamis, 18 Juni 2026

Desa Wisata Jadi Motor Baru Pariwisata Indonesia, Kunjungan Wisatawan Terus Naik


  • Rabu, 17 Juni 2026 | 23:00
  • | News
 Desa Wisata Jadi Motor Baru Pariwisata Indonesia, Kunjungan Wisatawan Terus Naik Desa Wisata Jadi Motor Baru Pariwisata Indonesia, Kunjungan Wisatawan Terus Naik. (Infografis AI)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM – Program pengembangan desa wisata terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tidak hanya memperkuat sektor pariwisata nasional, program ini juga terbukti mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan bahwa pengembangan desa wisata dilakukan melalui strategi yang terarah dan bertahap, disesuaikan dengan tingkat perkembangan masing-masing desa. Pendekatan tersebut bertujuan agar desa wisata dapat tumbuh secara berkelanjutan hingga mencapai kemandirian.

Pernyataan itu disampaikan Widiyanti dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, dari sisi cakupan pengembangan, jumlah desa wisata yang tercatat dalam platform Jejaring Desa Wisata (JADESTA) terus mengalami peningkatan. Pada 2025 terdapat 6.148 desa wisata yang terdata, sementara pada 2026 jumlahnya bertambah menjadi 6.262 desa atau tumbuh sekitar 1,85 persen.

Pertumbuhan tersebut menjadi indikator bahwa semakin banyak daerah yang mulai memanfaatkan potensi wisata lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Kunjungan Wisatawan Terus Meningkat

Dampak positif juga terlihat pada 50 desa wisata penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun perjalanan wisatawan nusantara terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa total kunjungan dan perjalanan wisatawan ke desa-desa wisata tersebut meningkat sebesar 14,93 persen dari 2023 ke 2024. Tren positif itu berlanjut pada 2025 dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 44,81 persen.

Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisatawan pada 50 desa wisata penerima ADWI 2024 telah menembus lebih dari 2,3 juta kunjungan dan perjalanan wisatawan sepanjang 2025.

Pendapatan Masyarakat Lokal Ikut Tumbuh

Meningkatnya aktivitas wisata turut memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Pendapatan sektor pariwisata di 50 desa wisata tersebut tercatat naik dari Rp38,48 miliar pada 2023 menjadi Rp46,05 miliar pada 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 19,67 persen.

Pada 2025, pendapatan kembali meningkat menjadi Rp59,60 miliar atau tumbuh 29,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Kondisi ini memperlihatkan bahwa desa wisata tidak hanya menjadi destinasi perjalanan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan peluang usaha, lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Investasi untuk Masa Depan Pariwisata

Melihat berbagai capaian tersebut, Widiyanti menegaskan bahwa peningkatan anggaran untuk pengembangan pariwisata bukan sekadar kebutuhan kelembagaan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi strategis untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat regional maupun global.

Di akhir rapat kerja, Menpar juga mengapresiasi dukungan dan sinergi berbagai pihak, khususnya Komisi VII DPR RI, dalam mendorong terwujudnya pariwisata Indonesia yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Masukan tersebut menjadi bagian penting bagi kami dalam menyusun kebijakan dan program kerja yang lebih tepat sasaran, berimbang, dan berdampak nyata. Semoga sinergi antara Pemerintah dan DPR RI dapat terus diperkuat demi mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas, berkelanjutan, dan semakin berdaya saing,” ujar Widiyanti.

Desa Wisata, Pilar Pariwisata Berkelanjutan

Keberhasilan program desa wisata menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata tidak selalu harus berpusat pada destinasi besar. Dengan mengoptimalkan potensi lokal, budaya, alam, dan kreativitas masyarakat, desa wisata kini menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menggerakkan ekonomi dari tingkat akar rumput.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru