Rabu, 28 Januari 2026

Pemerintah Dorong Wisata Gastronomi Desa Berbasis UMKM: Kuliner Lokal Jadi Daya Tarik Baru Pariwisata Indonesia


  • Jumat, 17 Oktober 2025 | 19:30
  • | News
 Pemerintah Dorong Wisata Gastronomi Desa Berbasis UMKM: Kuliner Lokal Jadi Daya Tarik Baru Pariwisata Indonesia Ilustrasi - Pemerintah terus mendorong pengembangan wisata gastronomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga ke pelosok desa. (inversi.id)

NUSA DUA, BALI, ARAHDESTINASI.COM - Pemerintah terus mendorong pengembangan wisata gastronomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga ke pelosok desa. Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah, memperluas pasar produk lokal, sekaligus menjadikan kuliner Indonesia sebagai magnet baru bagi wisatawan dunia.

“Kami akan fokus membangun dan menumbuhkan desa wisata,” ujar Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman, saat membuka Tourism, Gastronomy, and Destination International Conference (TGDIC) 2025 di Nusa Dua, Bali, Jumat (17/10/2025).

Menurut Maman, saat ini Indonesia memiliki lebih dari 6.100 desa wisata yang menyimpan potensi besar untuk mengembangkan wisata gastronomi berbasis kearifan lokal. Melalui program desa percontohan dan skala prioritas, pemerintah ingin menjadikan kuliner daerah sebagai penggerak utama pariwisata berkelanjutan.

“Gastronomi adalah bagian penting dari perjalanan wisata. Setiap hidangan lokal membawa cerita, budaya, dan pengalaman yang membuat wisatawan ingin kembali,” jelasnya.

Kuliner Lokal, Penggerak Ekonomi Kreatif

Sektor kuliner selama ini berkontribusi sekitar 41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional. Sebagian besar digerakkan oleh para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Untuk memperkuat daya saing, Kementerian Koperasi dan UKM memberikan pelatihan kepada pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk yang higienis, kreatif, dan bernilai budaya. Pendampingan juga mencakup standar kemasan, sertifikasi halal dan industri rumah tangga, hingga pemasaran digital agar produk kuliner lokal lebih mudah menjangkau pasar global.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan program inkubasi bisnis gastronomi di berbagai sentra kuliner unggulan daerah. Program ini diharapkan bisa melahirkan pelaku usaha muda yang mampu mengemas kuliner tradisional menjadi produk modern bernilai ekspor.

Dukungan Modal Lewat KUR

Agar UMKM tetap produktif, pemerintah mengarahkan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk untuk sektor pariwisata dan kuliner.

Pada tahun 2025, plafon KUR mencapai Rp300 triliun, dengan realisasi hingga 6 Oktober 2025 sebesar Rp206,2 triliun untuk 3,5 juta debitur. Penyaluran ke sektor produksi bahkan melampaui target 60 persen, mencapai Rp124,7 triliun.

Sinergi dengan Dunia Pendidikan

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, menyatakan dukungan terhadap program pemerintah. Pihaknya aktif membina 15 desa wisata di Jawa dan Sumatera melalui edukasi dan pendampingan inovasi kuliner bagi pelaku UMKM.

“Kami ingin mengangkat potensi pariwisata, gastronomi, dan destinasi lokal agar semakin dikenal luas dan membanggakan Indonesia,” ujarnya dilansir Antara.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan institusi pendidikan, wisata gastronomi diharapkan menjadi wajah baru pariwisata Indonesia—yang bukan hanya indah dipandang, tapi juga lezat dinikmati.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru