Selasa, 17 Februari 2026

Pariwisata Lampung Jadi Mesin Ekonomi: 2025 Berputar Rp53,11 Triliun


  • Kamis, 22 Januari 2026 | 20:30
  • | News
 Pariwisata Lampung Jadi Mesin Ekonomi: 2025 Berputar Rp53,11 Triliun Ilustrasi- Destinasi wisata bahari yang ada di Kabupaten Pesawaran Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

BANDARLAMPUNG, ARAHDESTINASI.COM – Sektor pariwisata di Provinsi Lampung semakin menunjukkan taringnya sebagai penggerak ekonomi daerah. Sepanjang tahun 2025, perputaran ekonomi dari aktivitas pariwisata di Lampung tercatat mencapai Rp53,11 triliun.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, pariwisata tidak bisa dipandang hanya dari angka kunjungan wisatawan semata. Menurutnya, yang lebih penting adalah dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Pariwisata bukan hanya soal kunjungan, tetapi bagaimana kehadiran wisatawan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Rahmat dalam keterangannya di Bandarlampung, Kamis (22/1/2026).

Ia memaparkan, besarnya perputaran ekonomi tersebut juga dipengaruhi oleh rata-rata pengeluaran wisatawan yang mencapai Rp2,15 juta per orang. Angka ini menjadi sinyal bahwa pariwisata bukan sekadar aktivitas hiburan, melainkan sudah menjadi “mesin” yang menggerakkan berbagai lini ekonomi.

“Dari data ini terlihat pariwisata Lampung telah menjadi penggerak ekonomi daerah,” katanya.

UMKM Ikut Terdorong

Geliat pariwisata ternyata turut membawa efek berantai bagi pelaku usaha kecil. Rahmat menyebut, ada lebih dari 3.000 UMKM yang merasakan dampak positif sepanjang 2025.

UMKM tersebut bergerak di berbagai sektor seperti kuliner, kerajinan, transportasi, hingga akomodasi. Ramainya wisatawan ikut meningkatkan transaksi, memperbesar peluang promosi, dan memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.

“Tercatat lebih dari 3.000 UMKM di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, dan akomodasi mendapat dampak positif serta mengalami peningkatan aktivitas usaha,” jelasnya.

Serap 254 Ribu Tenaga Kerja

Selain menggerakkan UMKM, sektor pariwisata juga menjadi salah satu penyumbang lapangan kerja terbesar di daerah. Sepanjang 2025, sektor ini tercatat menyerap lebih dari 254.298 tenaga kerja di Lampung.

Tenaga kerja yang terserap tidak hanya di sektor formal seperti hotel dan jasa perjalanan, tetapi juga di sektor informal—mulai dari pedagang, pemandu wisata lokal, hingga pelaku ekonomi kreatif. Dengan begitu, pariwisata ikut membantu menekan angka pengangguran.

“Tenaga kerja ini terserap baik di sektor formal maupun informal, sehingga turut membantu menurunkan tingkat pengangguran di Provinsi Lampung,” tambah Rahmat.

Infrastruktur Semakin Mendukung

Dari sisi kesiapan daerah, Lampung juga makin kuat secara infrastruktur. Saat ini terdapat sekitar 544 hotel berbintang dan non-bintang dengan total lebih dari 16.000 kamar.

Tak hanya jumlahnya yang bertambah, tingkat hunian kamar pun mengalami peningkatan. Pada 2025, okupansi kamar di Lampung tercatat mencapai 48,93 persen, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

“Tingkat hunian kamar di Lampung mencapai 48,93 persen, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Fokus Perbaiki Destinasi dan Akses Wisata

Ke depan, Pemprov Lampung menegaskan akan terus memperkuat sektor pariwisata lewat pengembangan destinasi dan akses yang lebih baik. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas kawasan wisata unggulan, penguatan konektivitas, serta pembangunan infrastruktur jalan menuju destinasi.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memastikan pembangunan pariwisata berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tutupnya.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru