Loading
Saka Yoga Festival Ke-8 di Lapangan Nandi, Taman Wisata Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/10/2025). (Foto: In Journey)
JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM – Tren berwisata kini bukan lagi sekadar berswafoto di tempat ikonis. Wisatawan dunia mulai mencari pengalaman yang menyegarkan jiwa dan raga. Menangkap peluang ini, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan bahwa wisata kebugaran atau wellness tourism kini resmi menjadi program prioritas nasional.
Dalam pertemuannya di Jakarta, Sabtu (12/4/2026), Ni Luh mengungkapkan bahwa fokus ini bertujuan meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Mendorong Pariwisata Berkualitas
Menurut Ni Luh, pariwisata yang berkualitas tidak hanya diukur dari jumlah kepala, tetapi dari nilai pengalaman dan dampak positifnya. "Kami di Kementerian Pariwisata sudah menetapkan wellness tourism sebagai bagian dari program strategis," jelasnya.
Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah berkomitmen mendorong lebih banyak event bertaraf internasional dan memfasilitasi industri yang bergerak di bidang kesehatan serta kebugaran.
Bali, Yogyakarta, dan Solo: Segitiga Emas Wellness
Hingga saat ini, Indonesia sudah memiliki tiga jagoan utama untuk urusan relaksasi:
Namun, Wamenpar berharap ke depannya destinasi lain bisa ikut bersinar dengan menonjolkan keunikan budaya lokalnya masing-masing sebagai daya tarik wisata kebugaran yang berbeda.
Yoga Sebagai Magnet Wisata Spiritual
Salah satu bukti nyata potensi ini terlihat pada gelaran Saka Yoga Festival ke-8 yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Suci Nyepi 2026. Menurut Ni Luh, aktivitas seperti yoga adalah daya tarik magnetis bagi wisatawan yang mencari ketenangan batin.
"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wellness dan spiritual tourism di kancah global," tambah Ni Luh penuh optimis.
Dukungan Lintas Kementerian
Senada dengan Kemenpar, Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Suyadi Pawiro, turut memberikan apresiasi. Ia berharap kegiatan yoga tidak hanya berpusat di sanggar, tetapi juga merambah ke situs-situs bersejarah.
"Kita ingin mendorong lebih banyak kompetisi dan acara yoga di berbagai lokasi unik, seperti yang pernah dilakukan di Museum Nasional," pungkas Suyadi.
Dengan kolaborasi yang kuat, Indonesia siap menyambut tren wisata masa depan: sebuah perjalanan yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga menyembuhkan jiwa.