Sabtu, 23 Mei 2026

Hotel Mewah Indonesia Bangkit Lebih Cepat, Bali Kian Kokoh sebagai Pusat Branded Residence Asia


  • Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:30
  • | News
 Hotel Mewah Indonesia Bangkit Lebih Cepat, Bali Kian Kokoh sebagai Pusat Branded Residence Asia Indonesia Tourism Xchange 2026 perdana digelar di The Langham, Jakarta. Dari kiri ke kanan; David Johnson, CEO - Delivering Asia; Matt Gebbie, Director - Pacific Asia, Horwath HTL; Edward Kusma, Director - Harmoni Bali; Sherona Shng, Regional Vice President - Operations, Asia, Langham Hospitality Group; Bill Barnett, Managing Director, C9 Hotelworks ; Jesper Palmqvist, Regional Vice President - Asia Pacific, STR. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM — Industri hotel mewah di Indonesia menunjukkan sinyal kebangkitan yang semakin kuat. Setelah melewati masa sulit akibat pandemi, tingkat okupansi hotel mewah kini akhirnya kembali ke level pra-pandemi. Bahkan, performanya disebut melampaui segmen hotel lainnya.

Momentum positif ini menjadi salah satu sorotan utama dalam gelaran perdana Indonesia Tourism Xchange 2026 (ITX 2026) yang berlangsung di The Langham Jakarta. Forum tersebut mempertemukan lebih dari 400 pelaku industri pariwisata, hospitality, investasi, teknologi, hingga pengembangan properti dari berbagai negara.

Acara ini sekaligus menjadi ruang diskusi tentang arah baru industri pariwisata premium Indonesia yang kini berkembang semakin cepat, terutama di sektor hotel mewah dan branded residence.

Wisatawan Mewah Kini Cari Pengalaman yang Personal

Sebagai tuan rumah acara, The Langham Jakarta dianggap merepresentasikan wajah baru hospitality premium di Indonesia.

Berlokasi di kawasan elite ibu kota, hotel ini menjadi simbol berkembangnya konsep perjalanan mewah yang tidak lagi hanya soal fasilitas, tetapi juga pengalaman yang autentik.

Sherona Shng, Regional Vice President Operations Asia Langham Hospitality Group, mengatakan wisatawan premium yang datang ke Indonesia kini menginginkan pengalaman yang lebih personal dan berakar pada budaya lokal.

Menurutnya, tamu hotel mewah saat ini tidak lagi mencari pengalaman yang seragam seperti di berbagai kota dunia. Mereka justru ingin merasakan karakter destinasi yang unik dan berbeda.

“Wisatawan mewah yang datang ke Indonesia tidak mencari replika hotel global. Mereka mencari makna, konteks, dan pengalaman yang benar-benar terasa personal,” ujarnya.

Data STR: Hotel Mewah Jadi Segmen Paling Cepat Pulih

Data terbaru dari STR, divisi analitik hotel milik CoStar Group, menunjukkan tingkat okupansi hotel mewah di Indonesia untuk periode 12 bulan hingga Maret 2026 sudah kembali menyamai capaian sebelum pandemi.

Capaian tersebut melampaui performa segmen hotel lainnya yang masih tertinggal sekitar 5,5 poin persentase.

Tidak hanya okupansi, tarif hotel di Indonesia juga mengalami kenaikan signifikan. Sejak 2019, tarif rata-rata hotel tercatat naik lebih dari 40 persen, didorong oleh pertumbuhan pasar premium dan hadirnya pasokan hotel mewah baru.

Bali menjadi salah satu motor utama pertumbuhan tersebut. Tingginya permintaan wisatawan internasional membuat segmen hotel premium di Pulau Dewata terus mencatat pertumbuhan tarif yang kuat.

Bali Makin Dilirik Lewat Tren Branded Residence

Selain sektor hotel, ITX 2026 juga menyoroti pertumbuhan branded residence yang semakin pesat di Bali. Konsep properti premium yang dikelola bersama brand hotel internasional kini menjadi salah satu sektor paling menarik di industri real estat dan hospitality.

Riset C9 Hotelworks mencatat nilai pipeline branded residence di Asia kini mencapai sekitar 40 miliar dolar AS atau setara Rp707 triliun, dengan total lebih dari 50 ribu unit. Angka ini tumbuh lebih dari 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

Indonesia sendiri berkontribusi sekitar 1,4 miliar dolar AS atau Rp24,7 triliun melalui lebih dari 1.100 unit yang telah diluncurkan.Bali menjadi pusat pertumbuhan terbesar. Saat ini, sekitar 25 persen nilai pasar branded residence Indonesia berada di Pulau Dewata.

Tercatat ada lebih dari 70 proyek aktif berbasis hospitality di Bali. Kawasan Canggu dan Berawa menjadi area dengan pertumbuhan tertinggi, disusul Uluwatu, Seseh, Pererenan, Nyanyi, Seminyak, hingga Sanur.

Bill Barnett, Managing Director C9 Hotelworks, menilai branded residence kini bukan lagi produk tambahan dalam industri properti Indonesia.

“Residensi bermerek kini menjadi penggerak utama permintaan properti mewah. Indonesia punya kombinasi menarik antara kekuatan brand, daya tarik destinasi, dan aspirasi gaya hidup,” jelasnya.

ITX 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Industri Pariwisata

Mengusung tema Reimagining Journeys, ITX 2026 menghadirkan berbagai pembahasan penting mulai dari investasi pariwisata, desain hotel berbasis budaya, teknologi hospitality, keberlanjutan, hingga strategi pengembangan destinasi.

Forum ini digelar oleh Horwath HTL, C9 Hotelworks, STR, QUO Global, Greenview, dan Delivering Asia, bekerja sama dengan Langham Hospitality Group. Acara juga mendapat dukungan dari PHRI, Jakarta Hotels Association, dan Bali Hotels Association.Salah satu pembicara utama, Matt Gebbie dari Horwath HTL Pacific Asia, menyebut tantangan industri hospitality ke depan bukan lagi sekadar bertumbuh, tetapi bagaimana menciptakan pertumbuhan yang lebih cerdas.

Menurutnya, investor dan operator hotel kini harus semakin memahami karakter destinasi, perilaku pasar, hingga konsep hospitality yang benar-benar relevan dengan kebutuhan wisatawan modern.

Selain itu, berbagai perusahaan dan grup hospitality seperti ARTOTEL Group, Marriott International, Plataran Indonesia, Banyan Group, hingga Potato Head turut berbagi pandangan mengenai masa depan industri pariwisata premium Indonesia.

Dengan tren perjalanan mewah yang terus meningkat dan minat investor terhadap branded residence yang semakin besar, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat hospitality premium paling menarik di kawasan Asia Pasifik.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru