Minggu, 28 Juni 2026

ITX 2026 di Jakarta Bahas Tren Investasi dan Masa Depan Hospitality dan Pariwisata Indonesia


  • Rabu, 11 Maret 2026 | 14:00
  • | News
 ITX 2026 di Jakarta Bahas Tren Investasi dan Masa Depan Hospitality dan Pariwisata Indonesia Ilustrasi - Indonesia Tourism Xchange 2026 akan digelar di Jakarta pada 12 Mei 2026 sebagai forum strategis industri pariwisata dan hospitality Indonesia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM — Industri pariwisata dan perhotelan Indonesia akan memiliki wadah diskusi strategis baru melalui Indonesia Tourism Xchange 2026 (ITX 2026). Forum industri ini dirancang sebagai ruang pertemuan para pemilik hotel, operator, investor, hingga pengambil keputusan senior untuk membahas arah perkembangan pariwisata nasional.

Edisi perdana ITX 2026 dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026 di The Langham, Jakarta. Acara ini diharapkan menjadi platform penting untuk membahas dinamika industri pariwisata Indonesia yang terus berkembang di tengah peluang investasi baru dan perubahan tren wisata global.

Forum ini dirancang mencerminkan karakter pariwisata Indonesia yang unik, mulai dari kekayaan budaya, keragaman destinasi, hingga skala industri yang terus tumbuh. Melalui berbagai sesi diskusi, ITX 2026 akan membahas beragam aspek industri hospitality, mulai dari segmen luxury dan lifestyle, investasi, teknologi, keberlanjutan, hingga model pengembangan baru dalam sektor perhotelan.

Diskusi akan dibuka dengan pembahasan mengenai iklim investasi dan prospek pariwisata Indonesia pada 2026, yang memberikan gambaran ekonomi dan peluang industri ke depan. Sesi ini menjadi dasar bagi berbagai pembahasan strategis yang akan berlangsung sepanjang forum.

Salah satu topik utama adalah perkembangan segmen hospitality luxury, yang saat ini mengalami perubahan signifikan seiring meningkatnya ekspektasi wisatawan global terhadap pengalaman perjalanan.

Sherona Shng, Regional Vice President Operations Asia dari Langham Hospitality Group, menjelaskan bahwa konsep kemewahan dalam industri hospitality di Indonesia kini tidak lagi hanya ditentukan oleh fasilitas megah.

Menurutnya, wisatawan kelas luxury kini lebih menghargai pengalaman yang autentik, personal, dan terhubung dengan budaya lokal.

“Wisatawan luxury yang datang ke Indonesia tidak mencari replika hotel global. Mereka mencari makna, konteks, dan pengalaman yang mencerminkan karakter destinasi,” ujar Shng.

Ia menambahkan bahwa brand hotel yang mampu memahami kompleksitas budaya Indonesia dan menerjemahkannya ke dalam pengalaman yang personal akan lebih mudah memenangkan hati wisatawan.

Selain itu, ITX 2026 juga akan menyoroti kinerja hotel dan dinamika permintaan pasar di berbagai destinasi Indonesia, baik di kawasan resort maupun kota besar.

Matt Gebbie, Director Pacific Asia dari Horwath HTL, menyatakan bahwa peluang pariwisata Indonesia tidak hanya terletak pada pertumbuhan, tetapi pada kemampuan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan cerdas.

Menurutnya, hotel di segmen luxury dan upper-upscale kini menghadapi ekspektasi yang semakin tinggi, baik dari sisi kinerja bisnis, pengembalian investasi, maupun diferensiasi konsep.

“Memahami destinasi, segmen pasar, dan konsep hotel yang benar-benar relevan pada 2026 dan seterusnya menjadi faktor penting bagi investor dan operator,” kata Gebbie.

ITX 2026 juga akan membahas perubahan dalam struktur kepemilikan dan strategi pengembangan properti hospitality. Salah satu tren yang menjadi sorotan adalah berkembangnya konsep standalone branded residences di berbagai destinasi resort dan kawasan lifestyle di Indonesia.

Model ini semakin dilihat sebagai strategi untuk menciptakan nilai jangka panjang sekaligus memperkuat positioning brand di pasar properti luxury.

Diskusi mengenai tren ini akan dimoderatori oleh Bill Barnett, Managing Director C9 Hotelworks.

Menurut Barnett, branded residences kini mulai menjadi salah satu pendorong utama permintaan properti luxury di Indonesia.

“Yang membuat Indonesia menarik adalah kombinasi antara kekuatan brand, daya tarik destinasi, dan aspirasi gaya hidup. Tantangannya adalah bagaimana menyelaraskan ketiganya di pasar yang sangat beragam,” ujarnya.

Selain isu investasi dan pengembangan properti, forum ini juga akan membahas berbagai topik penting lainnya, termasuk teknologi hospitality, strategi keberlanjutan, kepemimpinan industri, transisi kepemilikan aset, serta desain hotel yang berakar pada konteks budaya lokal.

Rangkaian diskusi tersebut mencerminkan pergeseran menuju model pengembangan hospitality yang lebih kontekstual, berkelanjutan, dan responsif terhadap karakter destinasi di Indonesia.

Indonesia Tourism Xchange 2026 diselenggarakan oleh Horwath HTL, C9 Hotelworks, STR, QUO Global, Greenview, dan Delivering Asia, bekerja sama dengan Langham Hospitality Group serta didukung oleh Jakarta Hotels Association, PHRI Indonesia, dan Bali Hotels Association.

Partisipasi dalam acara ini tidak dipungut biaya, namun peserta diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu.

Dengan semakin matangnya industri pariwisata nasional dan berkembangnya konsep kemewahan berbasis pengalaman, ITX 2026 diharapkan dapat menjadi forum industri tahunan yang memberikan perspektif strategis mengenai investasi, kinerja bisnis, serta strategi brand di salah satu pasar pariwisata paling dinamis di Asia.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru