Loading
Arsip foto - Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi menjawab pertanyaan awak media dalam jumpa pers, di Tangerang, Banten. ANTARA/Harianto
JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM – Konektivitas udara Indonesia terus diperkuat. InJourney Airports mencatat penambahan 53 rute penerbangan baru sepanjang Januari hingga April 2026.
Langkah ini bukan sekadar ekspansi, tetapi strategi untuk mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan sektor transportasi dan pariwisata nasional.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menjelaskan bahwa rute baru tersebut terdiri dari jalur yang benar-benar baru maupun penambahan layanan pada rute yang sudah ada.
“Jumlah rute meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.
Rute Baru Buka Akses ke Wilayah Lebih Luas
Salah satu rute yang kini resmi beroperasi adalah penerbangan dari Bandara Sam Ratulangi menuju Bandara Naha Tahuna yang dilayani Wings Air mulai Mei 2026.
Sementara itu, Garuda Indonesia juga membuka layanan baru dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Bandara Mozes Kilangin.Langkah ini membuka peluang konektivitas yang lebih merata, terutama ke wilayah timur Indonesia yang selama ini masih terbatas aksesnya.
Bandara Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata
Menurut Pahlevi, pengembangan jaringan penerbangan ini menegaskan peran bandara sebagai agent of development.
Konektivitas yang baik akan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
“Bandara bukan hanya tempat transit, tapi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata,” jelasnya.
Tantangan Global: Harga Avtur dan Tiket Pesawat
Meski ekspansi terus dilakukan, industri aviasi masih menghadapi tantangan global. Salah satunya adalah dampak konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga avtur.
Efeknya terasa langsung pada harga tiket pesawat yang cenderung meningkat.
Untuk mengatasi hal ini, InJourney Airports memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari maskapai, regulator, hingga operator bandara.
Ekspansi Internasional: Asia hingga Timur Tengah
Tak hanya domestik, penguatan konektivitas juga menyasar pasar internasional.
Beberapa rute baru yang sudah dan akan dibuka antara lain:
Selain itu, rute Pontianak–Singapura juga akan segera hadir untuk memperkuat konektivitas regional.
Target Jangka Panjang: Penerbangan Jarak Jauh Langsung
Dalam dua tahun ke depan, InJourney Airports menargetkan peningkatan frekuensi penerbangan internasional sekaligus membuka rute jarak jauh (long haul) langsung dari Indonesia.
Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing bandara nasional sekaligus menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.