Jumat, 05 Juni 2026

Hari Turis Sedunia: Momentum DPR Sahkan UU Kepariwisataan untuk Bangkitkan Pariwisata Indonesia


  • Sabtu, 27 September 2025 | 10:00
  • | News
 Hari Turis Sedunia: Momentum DPR Sahkan UU Kepariwisataan untuk Bangkitkan Pariwisata Indonesia Arsip. Tim asesor UNESCO Geopark Kaldera Toba Prof Jose Brilha (kiri) dan Jeon Yongmun (kanan) mengabadikan keindahan Danau Toba di hari pertama revalidasi Geopark Kaldera Toba, Sumatera Utara, Selasa (22/7/2025). (Dok ANTARA)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM – Peringatan Hari Turis Sedunia pada 27 September 2025 menjadi momentum penting bagi Indonesia. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menilai momen ini sejalan dengan rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan yang dijadwalkan akan disahkan awal Oktober 2025.

Menurut Lamhot, pariwisata tidak hanya soal rekreasi, melainkan instrumen pembangunan yang berdampak luas: mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, memperkuat dialog antarbudaya, hingga berkontribusi pada perdamaian dunia.

“Indonesia dengan kekayaan alam dan budaya luar biasa, termasuk Danau Toba, seharusnya menjadi pemain utama dalam agenda pariwisata global,” ujar Lamhot dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

UU Kepariwisataan Modern

DPR bersama pemerintah kini tengah menuntaskan pembahasan RUU Kepariwisataan yang akan dibawa ke rapat paripurna DPR pada 5 Oktober 2025. Regulasi baru ini diproyeksikan menghadirkan kerangka hukum modern yang adaptif dengan era digital, tuntutan keberlanjutan, serta kompetisi pariwisata global.

Lamhot menegaskan, tujuan utama UU ini bukan hanya soal keuntungan ekonomi, melainkan juga manfaat sosial, budaya, dan lingkungan. Prinsip ini sejalan dengan semangat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), yang menetapkan Hari Turis Sedunia sejak 1980.

Danau Toba sebagai Contoh

Lamhot menyoroti Danau Toba yang sudah menyandang status UNESCO Global Geopark. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini dinilai mampu berkembang menjadi destinasi kelas dunia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Keberhasilan pariwisata bukan sekadar diukur dari jumlah wisatawan, tapi dari manfaat langsung yang dirasakan masyarakat lokal,” jelas Lamhot. Karena itu, ia menekankan pentingnya pembangunan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat, agar mereka menjadi tuan rumah sekaligus penerima manfaat dikutip Antara.

Sejarah Hari Turis Sedunia

Hari Turis Sedunia sendiri ditetapkan UNWTO pada 27 September, bertepatan dengan adopsi Statuta UNWTO tahun 1970, yang menjadi tonggak lahirnya organisasi tersebut. Peringatan pertama digelar pada 1980, dan sejak itu dunia setiap tahun mengangkat tema-tema khusus untuk menjawab tantangan pariwisata global.

Lamhot pun mengajak seluruh pihak menjadikan momentum ini sebagai titik balik. “Indonesia punya modal besar. Mari gunakan momentum ini untuk meneguhkan pariwisata sebagai pilar pembangunan nasional,” tegasnya.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru