Sabtu, 06 Juni 2026

Segoro Topeng Kaliwungu Jadi Motor Penggerak Ekonomi Berbasis Wisata di Lumajang


  • Jumat, 05 Juni 2026 | 21:00
  • | News
 Segoro Topeng Kaliwungu Jadi Motor Penggerak Ekonomi Berbasis Wisata di Lumajang Arsip foto: Kegiatan Segoro Topeng Kaliwungu 2025 di Pantai Watu Pecak Lumajang. ANTARA/HO-Dispar Lumajang

LUMAJANG, ARAHDESTINASI.COM – Tari kolosal Segoro Topeng Kaliwungu 2026 tidak hanya dipersiapkan sebagai perhelatan seni budaya tahunan. Pemerintah Kabupaten Lumajang melihat agenda tersebut sebagai salah satu instrumen penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, mengatakan bahwa kegiatan budaya memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah karena mampu menghubungkan sektor wisata dengan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pengembangan pariwisata saat ini tidak lagi semata-mata mengejar peningkatan jumlah wisatawan. Yang lebih penting adalah bagaimana kehadiran wisatawan dapat memberikan dampak ekonomi yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

“Pariwisata memiliki efek berganda yang besar karena melibatkan banyak sektor usaha. Mulai dari UMKM, transportasi lokal, penyedia akomodasi, pelaku ekonomi kreatif, hingga berbagai pemasok produk lokal dapat ikut merasakan manfaatnya,” kata Patria di Lumajang, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa sektor pariwisata tidak dapat berdiri sendiri. Di dalamnya terdapat keterkaitan erat dengan perdagangan, industri kreatif, jasa transportasi, kuliner, hingga berbagai usaha masyarakat yang saling mendukung dalam satu rantai ekonomi.

Karena itu, setiap agenda wisata yang diselenggarakan di Lumajang, termasuk Segoro Topeng Kaliwungu, dirancang bukan hanya untuk menarik wisatawan datang, tetapi juga menjadi momentum yang mampu menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Patria menambahkan, arah pengembangan pariwisata di Lumajang kini mengedepankan keterhubungan antardestinasi wisata, pelaku usaha, komunitas lokal, dan sektor pendukung lainnya. Dengan pendekatan tersebut, manfaat ekonomi yang tercipta dapat tersebar lebih luas dan dirasakan oleh lebih banyak pihak.

“Destinasi wisata, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, hingga berbagai layanan pendukung lainnya harus tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang saling menguatkan,” ujarnya dikutip Antara.

Menurut dia, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari ramainya kunjungan wisatawan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat sekitar.

“Yang kami dorong bukan sekadar ramai pengunjung, tetapi bagaimana dampaknya bisa menggerakkan ekonomi masyarakat secara nyata,” tegasnya.

Melalui konsep tersebut, Segoro Topeng Kaliwungu yang akan digelar pada 27–28 Juni 2026 diharapkan mampu menjadi lebih dari sekadar festival budaya tahunan. Kegiatan ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal yang memperkuat sektor pariwisata, memberdayakan UMKM, mendorong perkembangan ekonomi kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lumajang secara berkelanjutan.

Dengan memadukan kekuatan budaya, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan, Segoro Topeng Kaliwungu berpotensi menjadi contoh bagaimana sebuah agenda budaya dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah sekaligus menjaga warisan budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru