Loading
Peserta Wellness tourism tengah mengikuti rangkaian kegiatan wisata di Kawasan hutan Tahura Bunder, Gunungkidul, Sabtu (30/5/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso
YOGYAKARTA, ARAHDESTINASI.COM – Kabupaten Gunungkidul tidak hanya dikenal dengan deretan pantainya yang eksotis. Daerah di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta ini juga memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wellness tourism dan sport tourism berbasis alam.
Potensi tersebut dinilai semakin relevan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan kekayaan alam yang dimiliki Gunungkidul menjadi modal utama untuk mengembangkan sektor wisata kesehatan dan olahraga.
Menurutnya, sejumlah destinasi wisata alam di Gunungkidul sebenarnya telah mulai menawarkan paket wisata yang menggabungkan unsur kebugaran, relaksasi, hingga aktivitas olahraga di alam terbuka.
“Potensi alam Gunungkidul sangat memungkinkan untuk pengembangan wellness tourism,” ujarnya.
Meski demikian, Eko mengakui pengembangan sektor tersebut masih belum dilakukan secara maksimal. Saat ini, beberapa kegiatan sport tourism sudah mulai berjalan, salah satunya melalui penyelenggaraan event Running Baron 10K yang mengambil lokasi di kawasan Pantai Baron.
Selain itu, kawasan wisata seperti Nglanggeran dan Goa Pindul juga dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi lokasi berbagai kegiatan olahraga berbasis wisata alam.
Untuk mempercepat pengembangan sektor ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai mendorong para pengelola destinasi dan mitra wisata agar menghadirkan lebih banyak kegiatan olahraga maupun program wellness di berbagai lokasi wisata alam.
Tahura Bunder Jadi Contoh Wisata Kesehatan Berbasis Alam
Salah satu kawasan yang mulai mengembangkan konsep wisata kesehatan alami adalah Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder.Kepala Tahura Bunder, Alex Zubaedi, mengatakan tren wisata alam terus mengalami peningkatan, terutama di kalangan wisatawan domestik yang mencari pengalaman berbeda dari sekadar berlibur.
Menurutnya, Tahura Bunder memiliki keunggulan berupa ekosistem yang lengkap dan khas, mulai dari bentang sungai berbatu karst hingga hamparan hutan kayu putih yang masih terjaga.
Di kawasan ini, wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas alam seperti trekking, berkemah, birdwatching, hingga mengikuti program edukasi konservasi lingkungan.
“Wisatawan bisa menikmati pengalaman healing di tengah suasana hijau dan udara segar kawasan hutan tropis Gunungkidul,” kata Alex.
Sejumlah komunitas pun mulai memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi kegiatan berbasis kesehatan dan alam. Pada akhir Mei lalu, Genitri Eco Wellness yang dikelola PT Genitri Bregas Persada menggelar kegiatan wellness tourism di Tahura Bunder.
Menggabungkan Healing, Kesehatan, dan Pelestarian Alam
Pengelola Genitri Eco Wellness, M. Taqiyuddin, menjelaskan bahwa program wellness eco tourism yang mereka kembangkan tidak hanya bertujuan menghadirkan tempat rekreasi, tetapi juga ruang pemulihan kesehatan secara alami.
Konsep yang diusung menggabungkan pendekatan penyembuhan holistik dengan suasana alami yang masih asri. Melalui konsep tersebut, pengunjung diajak untuk beristirahat sejenak dari rutinitas perkotaan sekaligus memperbaiki kondisi fisik dan mental.
Menurut Taqiyuddin, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga memperoleh manfaat kesehatan yang nyata.
“Pengunjung tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pulang dengan tubuh yang lebih bugar dan pikiran yang lebih jernih,” ujarnya.
Selain itu, program wellness tourism yang dikembangkan juga mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan. Wisatawan diajak berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya konservasi alam.
Berbagai kelas edukasi juga disediakan, termasuk pelatihan mengenai ketahanan pangan mandiri dan pola hidup sehat berbasis bahan-bahan alami yang bekerja sama dengan komunitas Hijaunesia dikutip Antara.
Melalui pendekatan tersebut, wisatawan diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman berlibur, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tren Wisata Masa Depan
Perkembangan wellness tourism dan sport tourism saat ini menjadi salah satu tren global yang terus tumbuh. Wisatawan modern semakin mencari destinasi yang mampu memberikan keseimbangan antara rekreasi, kesehatan, aktivitas fisik, dan kedekatan dengan alam.
Dengan kekayaan bentang alam yang dimiliki, mulai dari pantai, perbukitan, kawasan karst, hingga hutan tropis, Gunungkidul memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu destinasi unggulan wisata kesehatan dan olahraga di Indonesia.
Jika dikembangkan secara konsisten dan berkelanjutan, konsep ini tidak hanya mampu menarik lebih banyak wisatawan berkualitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.