Jumat, 14 Juni 2024

Okupansi Hotel di Kawasan Nusa Dua Capai 100 Persen


  • Sabtu, 18 Mei 2024 | 21:30
  • | News
 Okupansi Hotel di Kawasan Nusa Dua Capai 100 Persen WWF ke10 di Bali tingkatkan kunjungan Wisatawan Foto ilustrasi Dok Kemenpar

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Tingkat okupansi hotel-hotel di kawasan Nusa Dua tempat pelaksanaan event internasional World Water Forum ke-10 mencapai 100 persen. Peningkatan okupansi juga terjadi di hotel-hotel yang berada di kawasan Jumbaran, Kuta, Sanur, dan Ubud. 

"Pelaksanaan event-event MICE internasional  akan memberikan dampak yang besar. Ini tentunya menjadi berkah bagi Bali. Kami secara totalitas mendukung pelaksanaan World Water Forum ke-10 dengan menyiapkan layanan amenitas terbaik bagi para delegasi," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya di Bali, Sabtu.

Ketua PHRI BPD Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mengatakan dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan World Water Forum ke-10 pada 18-25 Mei 2024, bukan hanya berdampak pada tingkat hunian hotel, tetapi juga promosi Bali sebagai destinasi pariwisata favorit dunia. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno sebelumnya mengatakan industri pariwisata dan ekonomi kreatif  siap mendukung pelaksanaan World Water Forum ke-10. 

Ia meyakini pelaksanaan event MICE internasional akan memberikan dampak yang luas termasuk pada promosi destinasi pariwisata dan sentra ekonomi kreatif. 

"Para delegasi akan banyak yang menikmati keindahan dan kekayaan budaya Bali," ujar Menparekraf Sandiaga. 

Kemenparekraf/Baparekraf berkolaborasi dengan Pemprov Bali dan juga industri lainnya juga sudah menyiapkan paket-paket wisata yang dapat dipilih para delegasi yang hadir untuk berwisata di Bali. 

Di antaranya prosesi Melukat atau Balinese Water Purification Ceremony yang merupakan ritual adat khas Bali dengan konsep kegiatan Rahina Tumpek Uye dan Upacara Segara Kerthi. 

Kemenparekraf juga akan menyiapkan kunjungan bagi delegasi ke berbagai destinasi salah satunya Desa Wisata Jatiluwih yang terkenal dengan sistem subak. 

"Kita harapkan para peserta akan mendapatkan kenangan yang tidak terlupakan selama di Bali. Termasuk juga kegiatan-kegiatan seperti carbon footprint offsetting yang akan kita lakukan dengan penanaman mangrove, juga trip ke Jatiluwih yang banyak peminatnya," ujar Sandiaga. 

World Water Forum merupakan forum internasional yang menghimpun para pemangku kepentingan di bidang air. Forum global yang diselenggarakan setiap tiga tahun sejak 1997 ini mengajak semua pihak untuk berdiskusi, berbagi ilmu dan praktik nyata dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya air yang berkelanjutan.

Tema utama World Water Forum ke-10 adalah "Water for Shared Prosperity" atau Air untuk Kesejahteraan Bersama. Pemilihan tema tersebut relevan dengan kondisi global saat ini, di mana ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi banyak negara.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru