Loading
KLM membatalkan 160 penerbangan di Eropa akibat kenaikan biaya avtur yang dipicu ketegangan global.(UNSPLASH/David Syphers)
LONDON, ARAHDESTINASI.COM – Maskapai asal Belanda, KLM Royal Dutch Airlines, mengumumkan akan membatalkan sekitar 160 penerbangan di kawasan Eropa pada bulan depan. Langkah ini diambil sebagai respons atas melonjaknya biaya bahan bakar pesawat (avtur) yang semakin membebani operasional.
Dalam pernyataan resmi pada Kamis (16/4/2026), KLM menyebut telah melakukan sejumlah penyesuaian jadwal untuk menjaga efisiensi. Pembatalan tersebut mencakup sekitar 80 penerbangan pulang-pergi dari dan menuju Bandara Schiphol, salah satu hub utama mereka.
Meski terdengar besar, jumlah ini sebenarnya hanya mewakili kurang dari satu persen dari total operasi penerbangan KLM di Eropa selama periode tersebut. Artinya, sebagian besar jadwal tetap berjalan normal.
KLM menegaskan bahwa keputusan ini bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar, melainkan murni karena pertimbangan ekonomi. “Beberapa penerbangan saat ini tidak lagi layak secara finansial untuk dioperasikan akibat kenaikan biaya avtur,” tulis pihak maskapai.
Dampak Ketegangan Global
Kenaikan biaya bahan bakar ini tak lepas dari meningkatnya tensi geopolitik, khususnya konflik yang melibatkan Iran. Situasi tersebut berdampak langsung pada harga energi global, termasuk avtur, yang menjadi komponen biaya terbesar dalam industri penerbangan.
Akibatnya, bukan hanya KLM yang harus melakukan penyesuaian. Sejumlah maskapai lain di dunia juga mulai memangkas rute atau mengubah jadwal demi menjaga keberlanjutan bisnis mereka.
Fokus pada Musim Liburan
Di tengah penyesuaian ini, KLM memastikan tetap memprioritaskan kenyamanan penumpang, terutama menjelang periode liburan Mei yang biasanya padat. Maskapai ini tengah berupaya agar penumpang tetap bisa mencapai tujuan mereka sesuai rencana, meski ada beberapa perubahan jadwal.
Bagi penumpang yang terdampak, KLM umumnya menyediakan opsi penjadwalan ulang atau pengalihan penerbangan sebagai solusi.