Senin, 13 Juli 2026

Harga Avtur Melonjak, AirAsia X Naikkan Tarif hingga 40 Persen


  • Senin, 06 April 2026 | 23:00
  • | News
 Harga Avtur Melonjak, AirAsia X Naikkan Tarif hingga 40 Persen AirAsia X menaikkan fuel surcharge hingga 20 persen imbas lonjakan harga avtur global akibat konflik Iran, AS, dan Israel. (Net)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) di pasar global mulai berdampak langsung pada tarif penerbangan. Maskapai AirAsia X mengumumkan penyesuaian biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge seiring lonjakan harga avtur yang dipicu ketegangan geopolitik dunia.

Chief Commercial Officer AirAsia X, Amanda Woo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menaikkan fuel surcharge sekitar 20 persen. Dampaknya, tarif tiket secara keseluruhan ikut terdorong naik di kisaran 30 hingga 40 persen dibandingkan sebelumnya.

“Kami melakukan penyesuaian ini secara menyeluruh. Kenaikan biaya bahan bakar memang cukup signifikan, sehingga berimbas pada tarif penerbangan,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Senin (6/4/2026).

Lonjakan ini tidak lepas dari kondisi global. Per April 2026, harga avtur dilaporkan menembus kisaran 150 hingga 200 dolar AS per barel—melonjak tajam dari level normal yang sebelumnya berada di bawah 100 dolar AS. Kenaikan drastis ini dipicu konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.

Tak hanya menaikkan tarif, AirAsia X juga mengambil langkah strategis lain untuk menjaga operasional tetap efisien. Salah satunya dengan mengurangi frekuensi penerbangan di beberapa rute serta menggabungkan kapasitas (merging capacity) pada rute-rute tertentu.

Group CEO AirAsia X, Bo Lingam, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tekanan global.

“Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu dan gangguan rantai pasok, harga avtur meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2025. Kami harus melakukan penyesuaian tarif secara terukur, termasuk penerapan fuel surcharge di seluruh jaringan,” jelasnya dikutip Antara.

Selain efisiensi rute, AirAsia X juga mengalihkan kapasitas penerbangan ke jalur yang memiliki permintaan lebih tinggi. Maskapai ini turut memaksimalkan konektivitas Fly-Thru melalui hub utama mereka di Kuala Lumpur dan Bangkok guna meningkatkan efisiensi perjalanan penumpang.

Di sisi lain, perusahaan juga melakukan negosiasi dengan berbagai mitra strategis untuk menekan biaya operasional. Bo Lingam optimistis, dengan reaktivasi armada secara bertahap serta penguatan mata uang di kawasan ASEAN, tekanan biaya berbasis dolar AS dapat dikendalikan.

Langkah-langkah ini menunjukkan bagaimana industri penerbangan harus cepat beradaptasi di tengah dinamika global. Bagi penumpang, kondisi ini berarti satu hal: harga tiket pesawat kemungkinan belum akan kembali murah dalam waktu dekat.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru