Kamis, 09 Juli 2026

Cletus Beru Masuk 5 Besar Local Hero in Tourism 2026, Perjuangkan Tenun Sikka hingga Jadi Destinasi Wisata


  • Kamis, 09 Juli 2026 | 11:30
  • | News
 Cletus Beru Masuk 5 Besar Local Hero in Tourism 2026, Perjuangkan Tenun Sikka hingga Jadi Destinasi Wisata Cletus Beru dari Desa Wisata Uma Uta, Kabupaten Sikka, NTT, masuk lima besar Local Hero in Tourism Wonderful Indonesia Awards 2026. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM – Kabar membanggakan datang dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Cletus Beru, pendiri Sanggar Doka Tawa Tana di Desa Wisata Uma Uta, Kabupaten Sikka, berhasil masuk dalam lima besar Local Hero in Tourism (Pejuang Pariwisata) pada ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026.

Prestasi ini menjadi pengakuan nasional atas dedikasi panjangnya menjaga tenun ikat Sikka, melestarikan tradisi, sekaligus mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat yang memberi manfaat nyata bagi warga.

Pengumuman lima besar tersebut disampaikan Kementerian Pariwisata melalui Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan pada 2 Juli 2026, setelah melalui proses seleksi yang ketat dari 198 kandidat seluruh Indonesia.

Perjalanan Panjang Melestarikan Budaya Flores

Bagi masyarakat Sikka, nama Cletus Beru bukan sosok yang baru dikenal. Selama lebih dari dua dekade, ia konsisten menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan pariwisata di Desa Wisata Uma Uta.

Melalui Sanggar Doka Tawa Tana, Cletus menghidupkan kembali tenun ikat khas Sikka, seni tradisi, kampung adat, hingga pendidikan budaya bagi generasi muda. Baginya, pariwisata bukan sekadar mendatangkan wisatawan, tetapi juga menjaga identitas dan warisan leluhur agar tetap hidup.

Pendekatan tersebut berhasil menghadirkan destinasi wisata budaya yang tumbuh dari masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat.

Membuka Peluang Ekonomi bagi Warga

Kiprah Cletus Beru juga membawa dampak ekonomi yang nyata.

Melalui pengembangan wisata budaya, perempuan penenun memperoleh ruang untuk meningkatkan pendapatan, sementara pelaku UMKM lokal ikut berkembang melalui berbagai aktivitas wisata berbasis tradisi.

Tak hanya itu, ia juga mendorong penggunaan pewarna alami dan revitalisasi kapas lokal sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

Model pengembangan yang dijalankan menunjukkan bahwa kemajuan sektor pariwisata dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan alam.

Terpilih dari 198 Kandidat Nasional

Program Local Hero in Tourism merupakan salah satu kategori dalam Wonderful Indonesia Awards yang memberikan penghargaan kepada individu yang berjasa membangun pariwisata berkelanjutan di daerahnya.

Tahun ini sebanyak 198 kandidat dari berbagai provinsi mengikuti proses Open Recruitment Wonderful Indonesia Awards 2026.

Setelah melalui penilaian Dewan Juri berdasarkan aspek dedikasi, inovasi, dampak, kolaborasi, keberlanjutan, dan keteladanan, dipilih 50 kandidat terbaik sebelum akhirnya mengerucut menjadi lima besar nasional.

Kelima finalis tersebut adalah:

  • Cletus Beru (Nusa Tenggara Timur) – Penggerak pelestarian Tenun Sikka, tradisi, dan kampung adat menjadi destinasi wisata budaya berbasis masyarakat.

  • Hermansyah (DKI Jakarta) – Penggerak transformasi kawasan rusak menjadi edu-ekowisata.

  • Lia Putrinda Anggawa Mukti (Jawa Timur) – Penggerak kawasan pesisir menjadi destinasi ekowisata berbasis konservasi.

  • Nur Ahmadi (DI Yogyakarta) – Penggerak Kampung Batik Giriloyo sebagai wisata edukasi berbasis budaya.

  • Sri Trisnadewi – Penggerak Desa Wisata Lantan melalui ekowisata, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian kearifan lokal.

Tahapan berikutnya adalah proses visitasi oleh tim kurator dan dewan juri untuk melakukan verifikasi lapangan melalui observasi serta wawancara dengan masyarakat, komunitas, dan para penerima manfaat.

Kemenpar: Penggerak Lokal adalah Kunci Pariwisata Berkelanjutan

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini Mohamad Paham, menegaskan pembangunan pariwisata tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, kategori Local Hero in Tourism menjadi langkah strategis untuk menemukan individu-individu yang mampu menghadirkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kementerian Pariwisata, Ika Kusuma Permana Sari, mengatakan penyelenggaraan WIA 2026 telah disempurnakan agar proses seleksi berlangsung lebih transparan, objektif, dan akuntabel.

Lebih dari Sekadar Penghargaan

Bagi Cletus Beru, keberhasilan masuk lima besar bukan sekadar pencapaian pribadi.

Pengakuan ini menjadi bukti bahwa kerja panjang menjaga budaya lokal mampu melahirkan perubahan yang dirasakan masyarakat. Tenun Sikka tidak hanya tetap lestari, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi dan daya tarik wisata yang memperkenalkan Flores kepada dunia.

Di balik berkembangnya sebuah destinasi wisata, selalu ada sosok yang bekerja dalam senyap. Cletus Beru menjadi salah satu contoh bahwa perubahan besar dapat dimulai dari desa, dari budaya, dan dari kepedulian terhadap warisan leluhur sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru