Minggu, 19 April 2026

Daya Tarik dan Keruwetan Umbul Ponggok


 Daya Tarik dan Keruwetan Umbul Ponggok Umbul Ponggok / Foto dok Jonathan

Menjelang dan setelah tahun baru 2019, Umbul Ponggok yang terletak di Desa Ponggok, Klaten, penuh sesak. Mencari parkir kendaraan jelas susah. Di bagian dalam kolam pun dipenuhi keluarga-keluarga yang tengah berlibur. Penuh, sehingga terasa kurang nyaman.

Pengunjung yang baru datang kebingungan memandangi standing banner bergambar foto-foto cantik bawah air Umbul Ponggok. Akhirnya mereka mendatangi kounter di dekat standing banner dan bertanya bagaimana caranya supaya bisa foto seperti itu? Bagaimana bisa tahu di mana ada spot foto bersama sepeda, laptop atau nonton TV di bawah air? Apakah ada pemandu?

Petugas memberitahu bahwa pemandu sudah habis dipesan, antreannya panjang. Waduuh … padahal siang itu di hari kedua tahun 2019, pengunjung terus berdatangan. Sudah pasti banyak yang kebingungan. Petugas menyarankan untuk mendatangi kios di depan pintu masuk Umbul Ponggok untuk menyewa pemandu dan fotografer.

Demi mendapat foto-foto cantik bawah air, maka rombongan kami yang sudah datang jauh-jauh dari Jakarta, Semarang, dan Cimahi, memutuskan mendatangi kios dan menyewa jasa pemandu, meski harus menunggu giliran 2,5 jam seharga Rp200 ribu untuk enam orang dan satu spot. Jika ingin menambah spot kedua, dikenai lagi biaya Rp100 ribu.

Jadilah kami menunggu dan mengawasi anak-anak di tengah keriuhan. Untung hasil foto bawah airnya tidak mengecewakan. Anak-anak senang. Harga masuk Umbul Ponggok Rp15 ribu/orang, sewa pelampung Rp7.000 peralatan snorkeling Rp13 ribu, parkir kendaraan Rp10.000.

Sampai sekarang Umbul Ponggok masih jadi idola. Namun sekadar saran, barangkali perlu diatur kapasitas pengunjung yang masuk dalam hitungan jam, supaya semua bisa puas berfoto, berenang, dan bermain dengan ikan. (Oan Jonathan)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Jawa Tengah Terbaru