Loading
Kyoto Terapkan Tarif Bus Berbeda untuk Turis, Upaya Redam Dampak Overtourism. (Foto ilustrasi: Pixabay)
KYOTO, ARAHDESTINASI.COM - Pemerintah Kyoto di Jepang mengumumkan rencana penerapan sistem tarif ganda untuk bus umum, di mana wisatawan akan dikenakan biaya lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk lokal. Kebijakan ini menjadi yang pertama di Jepang dan ditujukan untuk merespons tekanan akibat lonjakan pariwisata.
Wali Kota Kyoto, Koji Matsui, menyampaikan rencana tersebut kepada majelis kota pada 25 Februari. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan mengatasi keluhan warga yang selama bertahun-tahun menghadapi kepadatan transportasi akibat membludaknya pengunjung.
Sistem yang disebut sebagai “harga prioritas penduduk” itu dijadwalkan mulai berlaku pada tahun fiskal 2027. Dalam skema tersebut, tarif bus tetap di pusat kota yang saat ini sebesar 230 yen akan dinaikkan menjadi sekitar 350 hingga 400 yen bagi wisatawan, sementara penduduk justru akan membayar lebih murah, sekitar 200 yen.
Kebijakan ini muncul setelah meningkatnya keluhan masyarakat, termasuk kesulitan warga untuk sekadar menaiki bus karena kepadatan penumpang. Pemerintah kota berharap kebijakan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi penduduk di tengah pertumbuhan sektor pariwisata.
Selain tarif tetap, konsep harga berbeda juga akan diterapkan pada zona tarif berbasis jarak, meski rincian tarifnya masih dalam tahap pembahasan.
Namun, rencana tersebut menghadapi tantangan regulasi. Undang-Undang Transportasi Jalan di Jepang melarang perlakuan diskriminatif terhadap penumpang. Meski demikian, pemerintah Kyoto menyatakan telah berkonsultasi dengan Kementerian Perhubungan Jepang dan meyakini kebijakan ini tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Pemerintah kota juga mengakui bahwa kebijakan tarif ganda kemungkinan tidak akan secara langsung mengurangi kemacetan. Tujuan utamanya adalah mengurangi beban yang ditanggung warga dengan mendorong wisatawan berkontribusi lebih besar terhadap biaya layanan publik.
Baca juga:
Dua Hari Menikmati Keindahan KyotoUntuk mengatasi kepadatan secara langsung, Kyoto berencana mengoperasikan bus ekspres khusus wisatawan serta mendorong penggunaan jaringan kereta bawah tanah.
Sebagai bagian dari implementasi, pemerintah tengah mengkaji sistem identifikasi penumpang dengan menghubungkan kartu identitas nasional My Number dengan kartu transportasi IC. Skema serupa bahkan telah diuji coba oleh Kementerian Perhubungan pada Februari lalu.
Langkah Kyoto ini mencerminkan upaya kota-kota wisata dunia dalam mencari keseimbangan antara manfaat ekonomi dari pariwisata dan kualitas hidup penduduk lokal.