Jumat, 24 April 2026

Siap Mendaki Rinjani? Jalur Resmi Dibuka dengan Fasilitas Baru dan Aman


  • Selasa, 03 Maret 2026 | 11:00
  • | News
 Siap Mendaki Rinjani? Jalur Resmi Dibuka dengan Fasilitas Baru dan Aman Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat di Mataram, Selasa (3/3/2026). ANTARA/Akhyar Rosidi

MATARAM, ARAHDESTINASI – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengumumkan bahwa jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan dibuka kembali mulai 1 April 2026 setelah sebelumnya ditutup untuk pemulihan ekosistem selama musim hujan.

Kepala Balai TNGR NTB, Budhy Kurniawan, mengatakan bahwa pembukaan jalur pendakian akan diawali dengan Ajang Rinjani Begawe 2026 pada 28 Maret di Teras Udayana, Kota Mataram.

“Kegiatan ini menjadi penanda resmi pembukaan jalur pendakian sekaligus peluncuran berbagai program strategis berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya, Selasa (3/3/2026) seperti yang dikutip dari Antara.

Program Strategis dan Ekowisata

Dalam Rinjani Begawe 2026, agenda utama yang akan diluncurkan antara lain:

Budhy menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang kolaborasi untuk memperkuat konservasi dan meningkatkan ekonomi masyarakat. “Kegiatan ini juga memastikan pendakian aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” katanya.

Survei Jalur dan Peningkatan Fasilitas

Selama penutupan jalur, TNGR melakukan survei lokasi pendakian untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pendaki. Jalur yang disurvei mencakup:

  • Aik Berik, Timbanuh, dan Tetebatu

  • Jalur Sembalun, Torean, dan Senaru untuk pembangunan sarana pengaman, termasuk shelter dan railing

Survei ini juga meliputi penataan jalur, perbaikan fasilitas, dan penelusuran sumber mata air di Plawangan Sembalun, karena air menjadi nadi kehidupan di ketinggian.

Budhy menambahkan, “Setiap temuan di lapangan dicatat dan dianalisis menyeluruh agar prioritas perbaikan dan pengembangan fasilitas dapat ditentukan secara tepat. Proses pendakian akan lebih aman, nyaman, tertata, dan tetap memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan.”

Pendekatan Berbasis Data

Menurut Budhy, pengelolaan jalur pendakian tidak dilakukan secara asumsi, melainkan berbasis data riil lapangan. Hal ini diharapkan meningkatkan kualitas pengalaman pendakian tanpa mengabaikan konservasi alam. “Harapannya, seluruh jalur dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan pengalaman pendakian lebih baik,” ujarnya.

Dengan pembukaan jalur ini, masyarakat dan pendaki dapat menantikan Gunung Rinjani yang lebih aman, nyaman, dan lestari, sekaligus mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan di NTB.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru