Selasa, 26 Mei 2026

Akhirnya! Gunung Rinjani Dibuka Kembali, Pendaki Wajib Coba Sistem Modern Ini


  • Selasa, 24 Februari 2026 | 11:00
  • | News
 Akhirnya! Gunung Rinjani Dibuka Kembali, Pendaki Wajib Coba Sistem Modern Ini Keindahan alam Gunung Rinjani Antaranews

MATARAM, ARAHDESTINASI.COM  – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) resmi mengumumkan pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mulai 28 Maret 2026. Penutupan sementara sebelumnya dilakukan akibat kondisi cuaca ekstrem sejak 1 Januari 2026.

“Rencana pembukaan pendakian akan dimulai tanggal 28 Maret 2026 mendatang,” ujar Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, saat memberikan keterangan di Mataram, Selasa (24/2/2026).

Budhy menambahkan, sejak penutupan, pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terkait keselamatan pendaki, konservasi, serta pengelolaan destinasi yang lebih inklusif dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

“Kami menyiapkan sistem keamanan dan manajemen pendakian lebih modern, termasuk penggunaan gelang RFID, personal beacon untuk pemantauan posisi pendaki, pusat komando, integrasi komunikasi radio, hingga implementasi zero waste secara digital,” jelas Budhy.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa pemerintah provinsi mendukung penuh pembukaan jalur pendakian dengan pendekatan kolaboratif.

“Arah pengelolaan Gunung Rinjani bukan untuk pariwisata massal, melainkan pendakian eksklusif dan berkualitas yang tetap mengedepankan konservasi. Pengalaman kelas dunia harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem,” tegas Iqbal.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara Balai TNGR, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat lokal, terutama dalam aspek keselamatan, konservasi, dan pengelolaan destinasi. Contohnya, penanganan kecelakaan wisatawan baru-baru ini melibatkan kerja sama lintas pihak, termasuk operasi vertical rescue sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

“Gunung Rinjani adalah simbol kehidupan masyarakat setempat. Inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan pariwisata harus segera diwujudkan,” tambahnya dikutip Antara.

Statistik Kunjungan dan Penerimaan

Sepanjang 2025, total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kawasan wisata Gunung Rinjani mencapai Rp25,92 miliar, dengan perputaran ekonomi sebesar Rp182,05 miliar. Jumlah pendaki tercatat 80.214 orang, terdiri dari 43.236 wisatawan mancanegara dan 36.978 wisatawan domestik.

Sementara itu, kunjungan wisata nonpendakian mencapai 52.108 orang, dengan 51.311 wisatawan domestik dan 797 wisatawan mancanegara. Data ini menunjukkan besarnya potensi wisata Rinjani sekaligus perlunya pengelolaan berstandar tinggi demi kelestarian alam.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru