Loading
Foto: genpi.co (Muslifa)
ARAHDESTINASI.COM: Lombok kian kaya objek wisata. Baru-baru ini Gubernur NTB Zulkieflimansyah baru saja meresmikan Desa Wisata Bahari Bilelando dan Bilelando Community Base Tourisme di Dusun Kelongkong, Lombok Tengah.
Hamparan pasir putih yang luas dan perbukitan yang membentang berbatasan dengan laut lepas menambah eksotis panorama pantai selatan Lombok. Suasana khas desa pantai terasa kental ketika memasuki desa bahari itu.
Pantai dengan air yang bening dihiasi panorama laut yang memesona di Dusun Kelongkong, Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur itu, kini menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Desa Wisata Bahari Bilelando menjadi desa wisata pertama di Kabupaten Lombok Tengah. Objek wisata bahari di Pantai Ujung Kelor itu mulai ramai dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara yang ingin menikmati keindahan tempat pelancongan tersebut.
Desa Wisata Bahari Bilelando memang tidak segemerlap kawasan wisata lain yang dihiasi hotel bintang, restoran berkelas intenasional, dan gempita musik cadas, seperti di objek wisata tiga gili (pulau kecil) Trawangan, Meno, dan Gili Air yang telah mendunia. Desa tersebut menawarkan suasana pantai yang tenang, harmonis dan jauh dari kebisingan serta hiruk pikuk perkotaan.
Dusun Kelongkong yang berjarak sekitar 25 kilometer dari Kota Praya, Ibu Kota Kabupaten Lombok Tengah. Bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun empat dalam waktu sekitar 45 menit.
Kepala Desa Bilelando Ramayadi (47) mengatakan Pantai Ujung Kelor dapat dijangkau melalui dua rute. Jika air laut surut bisa menyusuri pantai, namun saat air pasang harus menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh sekitar 10 menit.
Pantai Ujung Keloar mulai didatangi wisatawan mancanegara yang mencoba melakukan surfing. Lautnya masih alami dan dihiasi biota laut, termasuk ikan hias.
Saat meresmikan, Gubernur NTB mengingatkan bahwa keberhasilan sektor pariwisata sangat ditentukan oleh lingkungan yang bersih dan sehat. Selain itu didukung sumber daya manusia yang maju dan keamanan yang terjaga. “Pemangku kepentingan harus tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan menyiapkan toilet-toilet umum bagi para wisatawan, walau sederhana,” tukasnya.
Bupati Lombok Tengah M. Suhaili FT mengatakan Bilelando merupakan salah satu desa tertinggal yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Desa itu juga masuk kategori daerah merah, yakni rawan dari sisi keamanan.
Dengan berdirinya desa wisata tersebut, maka menjadi bentuk ikhtiar masyarakat untuk hijrah, mau mengubah kondisi yang kurang baik menjadi baik. Suhalili mendukung penuh keberanian masyarakat yang mau mengubah kesan itu dengan membuka potensi desanya. (*)