Rabu, 28 Januari 2026

Ada Dua Deregulasi untuk Tarik Wisman


  • Kamis, 29 November 2018 | 13:04
  • | News
 Ada Dua Deregulasi untuk Tarik Wisman Foto: Dok Forwapar

ARAHDESTINASI.COM: Indonesia fokus pada dua deregulasi sebagai upaya untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) dan investor, yakni ease of entering Indonesia dan ease of doing business (FDI).

"Ada tiga hal yang dilakukan pemerintah untuk kemudahan masuk ke Indonesia yakni kebijakan bebas visa, menyederhanakan aturan bagi masuknya kapal pesiar asing atau yacht, dan mencabut asas cabotage untuk cruise asing," katanya saat menjadi pembicara kunci di Indonesia Tourism Outlook yang diselenggarakan Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Jakarta, baru-baru ini.

Pihaknya juga akan terus menerapkan strategi pemasaran yang tepat untuk menyasar segmen pariwisata milenial dan menerapkan promosi yang selalu go digital. Di sisi lain dilakukan pula da.

Distrupsi TeknologiPeneliti pengembangan ICT Daniel Oscar Baskoro mengatakan disrupsi teknologi membawa perubahan kepada lanskap pariwisata, di sisi lain dapat membuat perjalanan wisata lebih efektif dan nyaman.

"Disruptif yang membuat perjalanan wisata jadi lebih efektif. Misal dalam hal cara booking tiket. Ketika sudah menggunakan google map tidak perlu lagi pakai pemandu wisata," katanya.

Ia pun berpendapat bahwa teknologi telah berpengaruh pada ekosistem saat ini khususnya dari sisi kenyamanan pariwisata, kebebasan sosial, sekaligus dalam hal mendapatkan layanan yang berkualitas.

Kualitas Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan pariwisata hendaknya jangan terlalu mengacu pada target kuantitas. "Buat apa banyak tapi belanja sedikit," katanya.

Terlebih saat ini ketika rupiah terdampak berbagai faktor eksternal yang membuatnya terus berfluktuasi dan diproyeksikan sesuai RAPBN 2019 berkisar Rp15.000 perdolar AS. "Dari sini maka yang paling besar untuk bisa memajukan pariwisata adalah pariwisata mancanegara. Tapi wisatawan domestik lebih kalang kabut," katanya.

Ia mencatat sektor pariwisata mengalami surplus devisa US$ 4 miliar sementara sektor lain justru defisit. Potensi inilah yang menurut dia harus dioptimalkan melalui strategi yang berkelanjutan.

Sektor pariwisata menurut dia sangat dibutuhkan kontribusinya terhadap PDB sehingga pemerintah akan mendukung penuh kebutuhan industri dengan kecenderungan merespon positif khususnya dari perspektif regulasi. "Tahun pemilu tidak ada alasan pariwisata turun, saya tetap optimistik. Dari beberapa pengalaman tidak berpengaruh," katanya.

Indonesia Tourism Outlook 2019 merupakan salah satu acara yang rutin digelar Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar). Ketua Umum Forwapar, menyebutkan acara tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan peran media dalam memajukan pariwisata. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru