Rabu, 28 Januari 2026

Sulawesi Tengah Perlu Bandara Internasional


  • Selasa, 17 Juli 2018 | 21:25
  • | News
 Sulawesi Tengah Perlu Bandara Internasional Foto: Dok Kemenpar

ARAHDESTINASI.COM: Jika ingin mewujudkan Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai destinasi kelas dunia, maka Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu harus dijadikan sebagai bandara internasional dengan direct flight dari negara-negara sumber wisman.

“Wisman yang datang ke destinasi wisata 75% menginginkan penerbangan langsung, sehingga keberadaan bandara internasional menjadi keharusan. Ini yang harus diperjuangkan pimpinan Sulteng,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meluncurkan Calender of Event Sulawesi Tengah 2018 bersama Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Ketua DPRD H. Aminuddin, dan para Bupati dan Walikota Sulteng di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, hari ini.

Menpar menjelaskan bahwa dalam memajukan pariwisata harus mengedepankan unsur 3A, yakni Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas. Atraksi utama di Sulteng adalah wisata bahari, dengan ikon Taman Nasional Togean yang merupakan salah satu inderwater terbaik. Sayangnya, Ampana kota terdekat ke Togean, jaraknya sekitar 370 km dari Palu atau 8 jam perjalanan darat. Karena itu, perkembangan aksesibilitas dibutuhkan demi konektivitas ke destinasi unggulan seperti Pulau Togean. “Pulau Togean adalah pulau terbaik se-Indonesia untuk atraksi underwater. Sayangnya, untuk menuju ke sana ditempuh sekitar 8 jam. Padahal idealnya 2-3 jam. Untuk ini harus ada penerbangan dari Palu ke Ampana,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief menilai Bandara Mutiara atau kini dikenal dengan nama Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri Palu layak dijadikan bandara internasional karena mempunyai panjang landasan 2.500 meter dan. Lebar 45 meter dengan kekuatan menahan beban bisa dinaikkan menjadi 56 PCN supaya dapat didarati pesawat jenis Boeing 737-800.

Sulteng, tutur Arief, bisa mencontoh Kabupaten Banyuwangi. Setelah memiliki bandara internasional sektor pariwisatanya tumbuh 300%, bagitu pula Kabupaten Tapanuli Utara setelah memiliki Bandara Internasional Silangit pariwisata di Destinasi Danau Toba naik hingga tiga kali lipat. Tahap awal, Bandara Palu bisa dimulai dengan melakukan charter flights. “Kemenpar siap memberikan subsidi penerbangan ini,” ujarnya.

Event Unggulan SultengGubernur Longki Djanggola, mengatakan infrastruktur terutama konektivitas penerbangan menjadi perhatian utama pemerintah daerah Sulteng dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata yang tahun ini mentargetkan 3.825 juta wisatawan, terdiri atas 75.000 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 3.750.000 pergerakan wisatawan nusantara (wisnus).

“Kami memiliki 8 event unggulan yang digelar sepanjang tahun ini. Dari 8 event tersebut, 2 event di antaranya Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) ke-3 dan Festival Pesona Lipuku ke-2 masuk dalam 100 Wonderful Event Indonesia 2018,” kata Longki.

Penyelenggaraan 8 event unggulan Sulteng tahun ini, yaitu Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) 2018 ke-3 akan berlangsung di Teluk Palu pada 28 September hingga 3 Oktober mendatang dan mentargekan 100 ribu pengunjung, Festival Pesona Lipuku 2018 ke-2 akan berlangsung di Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una pada 2-6 November 2018 mentargetkan kunjungan 3.000 wisatawan.

Selain itu event Togean Internasional Oceanic akan berlangsung di Pulau Togean pada 7-11 Agustus 2018, lomba balap sepeda internasional Tour de Central Celebes ke-2 yang akan mengambil start dari Kabupaten Banggai pada 14 Oktober dan finish di Palu pada 18 Oktober 2018, Festival Teluk Tomini ke-6 akan berlangsung di Parigi, Kabupaten Parigi Moutong pada 14-16 Oktober 2018.

Festival Danau Tektonik Poso ke-22 akan berlangsung di Tentena, Kabupaten Poso pada 15-19 Oktober 2018, Festival Teluk Tomori ke-5 di Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara pada 19-23 Oktober 2018, dan Festival Pulau Dua ke-2 akan berlangsung di Luwuk, Kabupaten Bangga pada 27-28 Oktober 2018. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru