Rabu, 28 Januari 2026

Desa Tamansari Berhasil Manfaatkan Keunggulan Lokasi Lintasan Kawah Ijen


  • Selasa, 02 Juli 2019 | 21:24
  • | News
 Desa Tamansari Berhasil Manfaatkan Keunggulan Lokasi Lintasan Kawah Ijen Foto: Dok Kemendes PDTT

ARAHDESTINASI.COM: Banyak desa di Indonesia yang perekonomiannya bergerak pesat lewat sektor wisata. Tengok saja Desa Tamansari, yang terletak di bagian barat Kabupaten Banyuwangi berbatasan dengan Kabupaten Situbondo. Desa yang berada di Kecataman Licin itu menjadi lintasan wisatawan yang akan berkunjung ke Kawah Ijen.

Keuntungan posisi tersebut berhasil dimanfaatkan, sehingga Desa Tamansari mampu membangun daerahnya menjadi desa wisata dengan tempat wisata unggulan bernama Sendang Seruni dan mengelola fasilitas wisata berupa hostel dan banyak kuliner khas Banyuwangi.

Keberhasilan pembangunan sektor wisata Desa Tamansari yang dikelola Badan Usaha MIlik Desa (BUMDEs) tak diperoleh begitu saja. Masyarakat desa itu telah melalui proses panjang yang mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

“Pembangunan sektor wisata di Tamansari pada dasarnya merupakan contoh nyata sebuah ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sebelumnya sudah dilakukan oleh pemerintah daerah,” kata Kepala Desa Tamansari Rizal Sahputra pada acara Forum Grup Discusion (FGD) di Pendopo Desa Tamansari belum lama ini.

Pernyataan Rizal disambut Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Choliqul Ridha. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendukung langkah Desa Tamansari dalam upaya menggerakkan sektor wisata yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Kami dukung. Namun, Desa Tamansari harus terus berbenah dan menggali potensi wisata yang ada. Selain itu juga, harus memperbanyak kuliner dan sentra kerajinan bisa dilakukan desa ini untuk meningkatkan jumlah pengunjung," katanya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa, Ditjen PPMD Kemendes PDTT, Nugraha Setijo Nagoro menyampaikan bahwa Pemilihan sektor wisata sebagai salah satu pengungkit perekonomian cukup tepat karena dampak yang terjadi tidak hanya dirasakan di dalam komunitas tapi juga di lingkungan sekitar.

"Jika dampak yang dirasakan terjadi di dalam dan di luar cukup signifikan, maka perekonomian makin meningkat,” katanya.

Lebih lanjut Nugraha mengatakan bahwa pariwisata itu merupakan kegiatan dinamis, melibatkan banyak orang dan kelompok serta mampu menciptakan multiplier effect.

"Namun kegiatan ini tidak dapat berjalan baik jika tidak ada daya dukung lingkungan yang baik, plus harus tersedia pula kebijakan daerah yang mensupport agar kegiatan pariwisata yang ada bisa berjalan baik pula," katanya.

Kegiatan FGD di Desa Tamansari merupakan rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Biro Perencananaan Sekretariat Jenderal Kemendes PDTT, khususnya Unit Kerja Pengembangan Inovasi Desa dan Pengelolaan Pembangunan Desa (UKPID-P2D) yang membahas mengenai Penguatan Ekonomi Desa melalui Pengembangan Desa Wisata. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru