Loading
Foto: Dok Kemendes PDTT
ARAHDESTINASI.COM: Hampir setiap daerah di Indonesia punya tanaman khas, durian. Uniknya, cita rasa durian di masing-masing daerah bisa berbeda, tergantung jenis dan tanah yang menjadi media tanam. Jika Anda penggemar durian, cobalah datang ke Agrowisata Durian Otong di Desa Belo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Desa Belo ternyata punya agrowisata durian montong yang rasanya jempolan. Masyarakat di desa yang masih menyandang status daerah tertinggal itu melakukan inovasi dengan menawarkan nikmatnya aneka varietas durian montong. Mereka juga membuka wisata edukasi cara budi daya durian.
Seperti dituturkan dalam situs inovasi desa Kementeria Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, wisatawan yang datang bisa mengikuti kursus singkat merawat tanaman buah, seperti durian agar lebih produktif.
Di hari libur agrowisata buah durian yang dipelopori Aco Masruddin dan memiliki luasan kebun sekitar 3,5 hektare itu ramai dikunjungi wisatawan. Mereka sengaja datang langsung ke lokasi perkebunanlantaran penasaran dengan buah durian otong yang beratnya bisa mencapai delapan kilogram per buah.
Pengelola kebun Durian Otong mengaku kewalahan memenuhi pemesanan. Setiap hari ada yang pesan antara 20 sampai 50 buah. Para penikmat durian yang langsung datang ke kebun juga meningkat.
Desa Bulo merupakan Kota Kecamatan termuda di Polewali Mandar. Desa Bulo dilewati jalan poros antara Matangga dan Wonomulyo. Jalur ini juga menjadi rute alternatif menuju Kabupaten Mamasa. Dari Kota Polewali Mandar, jaraknya sekitar 30 km. Pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar dua jam, baik menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat.
Akses ke Kecamatan Bulo masih tergolong sulit karena kondisi jalan yang rusak dan letak wilayah ini berada di pegunungan. Namun, lelahnya perjalanan akan terbayar dengan suguhan pemandangan yang sangat indah dari atas Bukit Bulo.
Pengunjung juga akan menyaksikan hamparan tanaman durian berbuah lebat. Kenikmatan akan bertambah, saat menyantap durian di tengah pemandangan perbukitan dan perkebunan. (*)