Loading
Foto: IG @peisisrbarat
ARAHDESTINASI.COM: Kabupaten Pesisir Barat memang masih menyandang status daerah tertinggal. Namun, siapa sangka jika kabupaten di Provinsi Lampung itu kaya objek wisata. Kini wisata menjadi salah satu andalan kabupaten yang mulai dilirik wisatawan mancanegara dan nusantara. Apa saja sih objek wisata yang bisa dikunjungi di daerah itu? Ditjen Pembangunan Daerah Tetinggal, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, merangkum 3 objek wisata yang layak dikunjungi dan selama ini disukai wisatawan.
1. Gua Mistis BatuBagi wisatawan yang menyukai hal berbau mistis, tempat ini wajib di datangi. Gua yang hingga kini belum diketahui panjangnya itu sarat cerita mistis dan dihuni ribuan kelelawar. Namun, dibalik sisi mistis, gua tersebut memiliki pesona eksotis yang dipastikan akan mengundang decak kagum.
Wisatawan yang datang disarankan untuk didampingi pemandu wisata lokal agar tidak tersesat. Datanglah sebelum matahari terbenam, agar tidak gelap gulita, sehingga bisa menikmati pemandangan. Untuk mencapai Gua Mistis Batu, dapat ditempuh sekitar 11 menit dari Krui, pusat kota Pesisir Barat. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju gua.
2. Penangkaran Penyu Muara TembulihWisatawan yang ingin menikmati kekayaan ekologi dan fauna laut, catat tempat ini. Di Penangkaran Penyu Mura Tembulih, wisatawan bisa melihat penyu langka di dunia, yakni penyu hijau, penyu lekang, penyu sisik, dan penyu belimbing.
Penangkaran itu masuk dalam balai konservasi seluas 2.164 m² . Di kawasan itu terdapat penginapan yang yang bisa digunakan untuk beristirahat hingga bisa puas menikmati kawasan tersebut. Lokasi Penangkaran Penyu Muara Tembulih sekitar 40 km dari Krui ke arah Bandar Lampung.
3. Pantai Labuhan JukungIni surganya para peselancar! Tak hanya surfing, wisatawan bisa mencoba berbagai kegiatan seru, seperti outbond, berkemah, memancing, dan fotografi. Belum puas? Masih ada rumah apung yang langsung menghadap Samudera Hindia. Terbayangkan keindahan dan sensasinya. Pantai ini disebut sebagai ruang publik yang selalu menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat, karena atraksi seni dan budaya juga kerap ditampilkan di kawasan pantai ini. (*)