Rabu, 28 Januari 2026

Madu Kelulut Jadi Oleh-Oleh Desa Asam Randah


  • Senin, 29 Oktober 2018 | 14:22
  • | News
 Madu Kelulut Jadi Oleh-Oleh Desa Asam Randah Foto: Dok Kemendes PDTT

ARAHDESTINASI.COM: Setiap daerah dan desa di Indonesia punya keunikan dan kearifan lokal tersendiri. Masing-masing punya potensi yang bisa dikembangkan menjadi destinasi mau pun atraksi wisata. Bila Anda datang ke Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, jangan lupa mampir ke Desa Asam Randah, Kecamatan Hatungun. Di situ ada peternakan lebah rakyat yang madunya konon memiliki berlipat khasiat.

Masyarakat Desa Asam Randah, kini memiliki usaha budi daya lebah kelulut atau meliponini. Jenis lebah ini memiliki tubuh lebih kecil dan tidak menyengat, dan uniknya bersarang di batang pohon yang sudah ditebang. Mengkonsumsi madu kelulut secara rutin dipercaya sangat berkhasiat menjaga kesehatan, membantu penyembuhan berbagai penyakit, di antaranya stroke.

Kegiatan budidaya kelulut di Desa Asam Randah pertama kali dirintis oleh Ketua Kelompok Tani Hutan yang diketuai Heriyanto. Budidaya tersebut dimulai dengan mengambil batang kayu yang sudah ada lebah kelulutnya dari hutan. Uji coba itu ditularkan ke masyarakat desa lainnya, dan kini kian banyak yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Asam Randah.

Warga mendapat pelatihan budidaya dan pengolahan yang benar, dan hasilnya kini madu kelulut dari Desa Asam Randah. Madu kelulut bisa dibeli dengan harga antara Rp599 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung kualitas dan negosiasi pada waktu membeli.

Pengunjung Desa Asam Randah juga bisa melihat budidaya lebah yang dilakukan masyarakat. Komunitas lebah yang sudah berkembang biak, bisa dipisahkan dengan cara memindahkannya pada batang kayu lain yang bisa menjadi habitat baru bagi lebah. Sebuah kotak diletakkan di atas batang kayu tersebut, perlahan-lahan akan terbentuk lubang besar yang menghubungkan keduanya dan lubang kecil untuk mengalirkan madu keluar. Kotak kayu itu harus diupayakan tetap kering supaya kelulut cepat mengelem dengan resin. Kemudian bagian atasnya ditutup dengan plastik.

Budidaya kelulut bukannya tanpa risiko. Ada kemungkinan kelulut tidak mau bersarang karena tidak ada jalan menuju kotak atau jalannya tersumbat sehingga kelulut tidak bisa bersarang. Oleh karena itu, harus diupayakan membuat jalan supaya kelulut bisa masuk dan bersarang pada kotak yang ada di atas batang kayu tersebut. Dalam pemeliharaanjuga perlu dilakukan pengawasan terhadap organisme pengganggu berupa semut, katak dan lalat.

Desa Asam Randah telah mendorong pengembangan usaha madu kelulut melalui pembentukan BUMDes. Bersama Kelompok Tani Hutan, BUMDes mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan skema pinjaman yarnen – bayar setelah panen.

BUMDes memberikan bantuan pinjaman dalam bentuk satu paket lengkap budidaya kelulut, mulai dari batang kayu yang ada kelulut, kotak kayu untuk sarangnya dan beberapa perlengkapan lain senilai Rp 500 ribu. Penerima bantuan berjumlah sekitar 50 orang petani.

Panen berlangsung 2 hingga 3 bulan sekali. Setiap kotak bisa menghasilkan 2 hingga 3 botol madu yang volumenya 600 mililiter setiap musim panen. BUMDes membeli madu dengan harga Rp 75 ribu per botol.

Dari harga pembelian tersebut, dipotong Rp 10 – 15 ribu untuk pembayaran cicilan pinjaman. Desa telah mengalokasikan penyertaan modal pada BUMDes dalam mendukung pemberdayaan ekonomi ini masing-masing sebesar Rp 20 juta dalam APBDes 2018 dan Rp 45 juta dalam APBDes 2019. (*)

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru