Selasa, 28 April 2026

Oleh-Oleh Unik dari Desa Pasirkiamis


  • Jumat, 07 September 2018 | 13:41
  • | News
 Oleh-Oleh Unik dari Desa Pasirkiamis Foto: Dok Kemendes PDTT

CARAHDESTINASI.COM: Indonesia memang kaya ragam oleh-oleh. Mulai dari makanan, camilan, hasil perkebunan dari kopi sampai alpukat dan olahannya. Jangan lupakan kerajinan tangan yang berbeda-beda di setiap daerah, termasuk peralatan memasak kuno yang bisa digunakan sekaligus dijadikan hiasan.

Jika ke Garut dan ingin mencari peralatan memasak dan makan tradisional, datanglah ke Desa Pasirkiamis, Kecamatan Pasirwangi, Garut. Sekilas, Desa Pasirkiamis tidak berbeda dengan desa-desa lain di Jawa Barat. Tapi di desa itulah keahlian membuat berbagai peralatan dapur dan makan diperoleh turun-temurun. Di pagi hingga sore hari denting suara logam dipukul terdengar samar.

Masyarakat Pasirkiamis sejak turun-temurun dikenal sebagai perajin alumunium. Panci, wajan, piring, gelas, sampai teko dibuat di sini. Ciri khasnya lekukan-lekukan kecil seperti sisik ikan. Hasil kerajinan mereka menyebar ke berbagai pelosok Jawa Barat, bahkan hingga Jawa Tengah.

Sejak 2015, pemasaran produk alumunium para perajin kian meluas dengan berdirinya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Attaghyir. BUMDes ini merangkul para pengepul kerajinan alumunium dan memperluas jaringan pemasaran lewat online. BUMDes juga membuka toko yang menampung kerajinan desa.

Mengapa tidak langsung ke perajin, tetapi lewat pengepul? Ketua BUMDes Attaghyir Mujib, menjelaskan, sejak zaman nenek moyang mereka sudah berlaku alur barang kerajinan dari perajin, pengepul/bandar baru ke pembeli. “Kami tidak ingin memutus itu. Kami tetap bermitra dengan bandar, kemudian dijual di toko BUMDes atau langsung ke pembeli online,” paparnya.

Kini pemasaran kerajinan alumuium menurut Najib terus berkembang. Para pengurus masih terus mencari cara agar bisa lebih berkembang. “Keuntungan pertahunnya belum banyak, tetapi sudah meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Omset peralatan masak dan makan alumunium masih Rp10 juta pertahun. Kami akan terus berinovasi, pungkas Mujib yang ditemui di tengah pameran yang diadakan Kementeria Desa Pembagunan Daerah Tertinggal di Garut, belum lama ini. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru