Rabu, 28 Januari 2026

Jepang akan Segera Umumkan Kondisi Darurat di Tiga Perfektur


  • Kamis, 22 April 2021 | 21:58
  • | News
 Jepang akan Segera Umumkan Kondisi Darurat di Tiga Perfektur Foto ilustrasi: victor palmer from Pixabay

ARAHDESTINASI.COM: Pemerintah Jepang diperkirakan akan mengeluarkan keputusan keadaan darurat ketiga di Tokyo dan tiga prefektur barat yang dapat berlangsung sekitar dua minggu untuk menangani lonjakan kasus Covid-19.

Beberapa analis mengatakan keputusan yang diperkirakan akan dibuat paling cepat Jumat (23/4) itu, dapat mendorong Jepang kembali pada resesi, jika bisnis eceran diminta untuk menutup selama libur Golden Week, yang dimulai minggu depan dan berlangsung hingga awal Mei.

Keadaan darurat yang diperbarui juga akan menimbulkan keraguan apakah Tokyo dapat menjadi tuan rumah Olimpiade pada Juli, meskipun Perdana Menteri Yoshihide Suga menegaskan ada jaminan akan berjalan sesuai rencana.

"Risiko resesi berulang jelas meningkat. Dampak dari pemberlakuan pembatasan di Tokyo dan Osaka saja akan cukup besar,” kata Hiroshi Shiraishi, ekonom senior di BNP Paribas Securities seperti dikutip Antara.

Dengan ribuan kasus baru akibat jenis virus yang sangat menular, Suga mengatakan pada Rabu (21/4) bahwa pemerintah akan memutuskan minggu ini apakah akan mengumumkan keadaan darurat untuk sebagian besar negara itu.

Jika diterapkan di keempat wilayah yang mengajukan permintaan, tindakan darurat tersebut akan mencakup hampir seperempat populasi Jepang yang berjumlah 126 juta dan sekitar 30% dari produk domestik bruto (PDB).

Pemerintah sedang memertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan darurat dari 25 April hingga 11 Mei, demikian kantor berita Jiji melaporkan.

Media lain telah melaporkan kemungkinan pembatasan yang lebih kuat daripada yang dikeluarkan terakhir kali pada Januari, seperti permintaan untuk menutup pasar swalayan dan pengecer besar lainnya.

"Kami perlu mengambil langkah yang lebih kuat dan lebih terarah dari sebelumnya, termasuk permintaan (untuk toko) untuk tutup," Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura seperti dikutip oleh kantor berita Kyodo, Kamis.

Ekonomi Jepang baru saja bangkit dari kemerosotan parah tahun lalu berkat ekspor yang kuat.

Namun analis memperkirakan PDB menyusut pada kuartal pertama karena terpukulnya konsumsi dari pembatasan darurat kedua yang diluncurkan pada Januari dan mengatakan kontraksi kedua berturut-turut di kuartal kedua bisa menyebabkan resesi. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru