Loading
Foto: abdulla binmassam from Pixabay
ARAHDESTINASI.COM: Pemerintah Jepang rencananya akan mencabut keadaat darurat di wilayah Tokyo pada hari Minggu 21 Maret 2021.
Meski keadaan darurat akan dicabut, Gubernur Tokyo mengingatkan warganya agar tetap berhati-hati.
Menteri Ekonomi Yasuhisa Nishimura, yang juga mengepalai penanganan virus corona Jepang, mengatakan bahwa tidak ada yang mengemukakan keberatan atas rencana pembukaan Tokyo dari keadaan darurat.
“Tidak ada yang keberatan dengan rencana itu,” katanya usai pertemuan bersama panel penasihat pemerintah untuk membicarakan pencabutan keadaan darudat di Tokyo, seperti dikutip Antara dari Reuters.
Jepang saat ini berada di bawah tekanan untuk mengendalikan COVID-19 menjelang Olimpiade Tokyo musim panas ini. Pemerintah Jepang ingin memulai aktivitas ekonomi di wilayah Tokyo Raya, yang 36 juta penduduknya merupakan 30 persen dari populasi Jepang.
Jumlah kasus COVID-19 di negara itu telah turun mulai awal Januari, ketika gelombang pandemi ketiga melanda negara itu.
Namun, penghitungan kasus harian untuk Tokyo masih jauh dari target Gubernur Yuriko Koike untuk mengurangi rata-rata tujuh hari menjadi 70 persen atau lebih rendah dari minggu sebelumnya.
Pada Rabu, ibu kota melaporkan 409 kasus, dibandingkan dengan kasus puncak sebanyak 2.520 pada 7 Januari, dan tertinggi sejak pertengahan Februari.
"Penyuntikan pertama vaksin untuk 14 juta warga (Tokyo) baru saja dimulai, dan kami harus berjuang," katanya.
Sementara wilayah lain negara itu mencabut status darurat pada akhir Februari, prefektur Tokyo, Kanagawa, Chiba dan Saitama memperpanjangnya, karena para pejabat mengatakan mereka ingin melihat terus penurunan infeksi dan rawat inap. (*)