Rabu, 28 Januari 2026

Forparekraf Berharap Komunikasi Krisis Pariwisata Diaktifkan


  • Senin, 30 Maret 2020 | 18:39
  • | News
 Forparekraf Berharap Komunikasi Krisis Pariwisata Diaktifkan Foto: pencil parker from Pixabay

ARAHDESTINASI.COM: Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) menyatakan pentingnya Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk segera mengaktifkan fungsi komunikasi krisis di sektor pariwisata.

Ada dua isu besar yang dihadapi oleh pemerintah saat ini, yaitu secara umum krisis nasional berkenaan dengan Covid-19, dan secara khusus krisis di sektor pariwisata dari dampak Covid-19.

Kini penderita positif Covid-19 telah menembus angka 1.000 kasus penularan dengan tingkat kematian di atas 8%. Bagi sektor pariwisata, pandemi ini telah dan akan menjadi pukulan yang telak, karena krisis berpotensi membuat industri jasa ini berhenti.

Diharapkan, komunikasi krisis tersebut bisa mengelola isu di tengah krisis, agar membangun pengertian hingga dukungan publik terhadap kebijakan dan langkah-langkah khususnya yang dilakukan oleh Kemenparekraf. Diharapkan juga fungsi komunikasi dua arah akan bisa menyerap aspirasi publik

“Sebagai bagian dari pentahelix pariwisata, Forwarparekraf akan berperan aktif dalam menyampaikan kepada publik situasi terkini dan langkah yang telah dan akan dilakukan Kemenparekraf,“ ungkap Johan Sompotan, Ketua Forwaparekraf di Jakarta, baru-baru ini.

Lebih jauh Pembina Forwaparekraf Arifin Hutabarat mengusulkan agar Kemenparekraf membuat Pokja (satu kelompok kerja saja) di dalam Biro Komunikasi untuk melaksanakan satu fungsi Crisis Communication Center, tanpa perlu menyebutnya crisis center.

Pokja komunikasi itu melaksanakan issues management, yakni krisis di sektor pariwisata sebagai dampak dari wabah Covid-19. Pokja ini mengeluarkan rilis (siaran pers) yang diproduksi sendiri sebagai informasi kepada media untuk menjawab pertanyaan publik termasuk industri dari kebijakan pemerintah menyikapi situasi ini.

“Pandemi ini cepat atau lambat tentu akan berakhir. Maka tetaplah perlu membina dan menggalang pengertian bersama antara pemerintah, industri pariwisata, dan masyarakat agar tetap berupaya siap memajukan bisnis pariwisata segera setelah akar masalah terjadinya krisis nanti telah teratasi,“ ujarnya. (*)

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru