Rabu, 28 Januari 2026

Airbnb dan UNESCO Luncurkan Bali Cultural Guidebook


  • Kamis, 11 September 2025 | 14:30
  • | News
 Airbnb dan UNESCO Luncurkan Bali Cultural Guidebook Airbnb dan UNESCO Luncurkan Bali Cultural Guidebook. (Pixabay.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Airbnb berkolaborasi dengan UNESCO menghadirkan “Bali Cultural Guidebook” sebagai upaya melestarikan warisan budaya Bali sekaligus mendukung pariwisata yang merata dan bertanggung jawab.

Guidebook ini memberdayakan komunitas lokal, terutama tuan rumah homestay, agar menjadi duta budaya yang menginspirasi wisatawan.

Mich Goh, Director of Public Policy Airbnb Asia Pasifik, mengatakan riset Airbnb menunjukkan 90 persen wisatawan Asia Pasifik menginginkan pengalaman budaya yang otentik.

“Perjalanan menjadi lebih bermakna saat kita bisa terhubung tulus dengan orang dan budaya di tempat yang dikunjungi,” ujarnya saat peluncuran di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Bali.

Guidebook ini didasarkan pada pemetaan budaya yang dilakukan UNESCO antara Agustus dan Desember 2024, yang mendokumentasikan kuliner lokal, seni dan kerajinan, tradisi hidup, serta situs bersejarah di lima kabupaten Bali: Tabanan, Gianyar, Bangli, Buleleng, dan Badung.

Panduan tersebut menjadi sumber informasi untuk memperkaya pengetahuan tuan rumah homestay sekaligus memperkuat pariwisata budaya di Bali. Para host lokal mendapatkan pelatihan khusus agar mampu membagikan warisan budaya Bali secara autentik kepada wisatawan global, dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas.

Program ini juga bertujuan memperluas pariwisata ke wilayah di luar destinasi utama, menghormati budaya lokal, dan membuka peluang ekonomi bagi komunitas di daerah yang kurang dikenal.

Moe Chiba, Culture Programme Specialist UNESCO, menegaskan peran penting pemilik homestay dan wirausahawan dalam melestarikan dan menghidupkan warisan budaya.

“Warisan budaya tak hanya monumen, tapi juga praktik sehari-hari masyarakat yang harus diperkuat lewat pariwisata,” katanya dikutip Antara.

Panduan ini mencakup topik seperti Sistem Subak Warisan Dunia UNESCO, pura sakral, situs ikonik, panduan wisata bertanggung jawab, tradisi kuliner, hingga kerajinan tradisional.

Kadis Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, mengapresiasi keberadaan guidebook sebagai media pembelajaran dan inspirasi yang mengenalkan Bali lewat cerita otentik kehidupan masyarakat. Ia menilai ini sebagai langkah strategis untuk memajukan pariwisata budaya yang berkelanjutan dengan melibatkan komunitas lokal.

Ayu Martiasih, Community Leader Airbnb, menyebut program ini membantu memperluas bisnis host homestay, terutama yang menyasar UMKM dengan tarif sewa di bawah Rp700.000. Dengan demikian, manfaat ekonomi bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Bali di daerah yang berbasis budaya UNESCO.

Kini “Bali Cultural Guidebook” tersedia di situs Airbnb khusus untuk tuan rumah dan wisatawan yang ingin menjelajahi kekayaan budaya Bali secara lebih mendalam dan bertanggung jawab.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru