Rabu, 28 Januari 2026

Dieng Resmi Jadi Geopark Nasional: Wisata, Riset, dan Harapan ke UNESCO


  • Rabu, 24 September 2025 | 20:00
  • | News
 Dieng Resmi Jadi Geopark Nasional: Wisata, Riset, dan Harapan ke UNESCO Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menerima Sertifikat Salinan dan Sosialisasi Keputusan Menteri ESDM tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional Dieng di kompleks Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (24/9/2025). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

SEMARANG, ARAHDESTINASI.COM - Kawasan Dataran Tinggi Dieng yang berada di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah, kini resmi menyandang status Geopark Nasional Dieng. Penetapan ini dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Surat Keputusan Nomor 172.K/GL.01/MEM.G/2025 yang terbit pada 7 Mei 2025.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, atau akrab disapa Gus Yasin, menyebut penetapan ini bukan hanya soal pengakuan terhadap kekayaan alam Dieng, tetapi juga momentum penting untuk mendorong riset, pendidikan, serta konservasi.

“Dieng tidak hanya bicara soal wisata. Status geopark juga berarti kawasan ini harus dijaga bersama sebagai sarana penelitian dan pendidikan, agar manfaatnya berkelanjutan bagi generasi mendatang,” kata Gus Yasin dalam acara penyerahan sertifikat Geopark Nasional Dieng di Semarang, Rabu (24/9/2025).

Potensi Wisata dan Budaya

Sebagai kawasan wisata unggulan, Dieng dikenal dengan panorama alam spektakulernya. Mulai dari Telaga Warna, Kawah Sikidang, hingga golden sunrise di Bukit Sikunir. Selain itu, budaya unik seperti tradisi cukur rambut gimbal anak-anak Dieng dan keberadaan candi-candi bersejarah menjadi daya tarik tersendiri.

Tak hanya itu, kawasan Dieng menyimpan 23 situs warisan geologi, delapan biosite, serta sembilan situs budaya yang memperkaya nilai geopark ini.Harapan untuk Kesejahteraan dan UNESCO

Menurut Gus Yasin, pengembangan geopark diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata, penelitian, hingga peluang ekonomi baru. Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara pun diminta untuk berkolaborasi mengembangkan potensi wilayah ini secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, menegaskan bahwa status geopark adalah modal awal untuk pengelolaan yang lebih profesional. Ia juga berharap Dieng dapat melangkah lebih jauh hingga diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG).

“Pengelolaan yang berkelanjutan sangat penting agar Dieng tidak hanya berstatus Geopark Nasional, tetapi juga bisa menembus pengakuan internasional,” ujarnya dikutip Antara.

Dengan pengelolaan yang baik, Dataran Tinggi Dieng bukan hanya menjadi destinasi wisata populer, tetapi juga pusat penelitian, pendidikan, dan konservasi yang mendunia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru