Rabu, 28 Januari 2026

Begini Rasanya Naik Kapal Pesiar


 Begini Rasanya Naik Kapal Pesiar Dream Cruise / Foto: dok pribadi + dok dream cruise

BARU-BARU ini beberapa teman dan keluarga bercerita serunya naik kapal pesiar. Ketika kesempatan datang, sudah pasti disambut gembira. Tapi masalahnya, dalam pikiran saya yang terbayang adalah rasa bosan. Bayangkan, berhari-hari di atas kapal, meski ada embel-embel pesiar.  Jadi, sebelum naik Dream Cruise paket 6 hari 5 malam rute Singapura-Surabaya-Bali-Singapura, saya sengaja berbekal dua novel tebal.

Tapi ternyata, naik kapal pesiar tidak seperti yang saya bayangkan. Jauh dari rasa bosan. Rasanya justru sangat menyenangkan, begitu santai, dan banyak kegiatan yang bisa diikuti. Dream Cruise mirip kota kecil, apa pun ada. Mau nonton silakan, mau melihat pertunjukan ada, biliar, bowling, mini golf, ping pong, basket, panjat tebing, flying fox, semua ada. Kolam renangnya besar, beratap langit, dilengkapi dengan water sliders bervariasi, dan juga jacuzzi.

Buat yang suka nge-gym silakan, ada juga kelas-kelas yoga, aerobik, sampai dansa. Mau clubing juga monggo. Perlu ke salon, spa, tempat bermain anak-anak, semua ada. Pilihan tempat makannya banyak, tersedia restoran Jepang, China, western, Asia, dan banyak kafe serta bar. Mau shopping? Jangan khawatir, di dalam kapal pesiar pun ada mal. Di dekat mall juga tersedia kasino.

Jangan pernah lupa nonton berbagai pertunjukkan yang luar biasa. Setiap paket Dream Cruise bisa menikmati pertunjukkan utama Voyage of Lover’s Dream yang antara lain berkisah tentang putri duyung dan astronaut. Tata gerak, tari, panggung, lampu, dan penunjang lain yang dikerjakan profesional. Tonton juga pertunjukkan langsung artis-artis berbakat dari Asia Got Talent, juga penyanyi dan pedansa profesional yang tampil dengan koreografi menarik.

Alhasil, dua novel yang saya bawa, hanya terbaca beberapa lembar saja. Nah, begini nih rasanya naik kapal pesiar selama lima hari enam malam.

Hari 1Saatnya terbang ke Singapura, kemudian dilanjutkan ke Marina Bay, tempat sandar Dream Cruise. Setelah check in dan mengurus administrasi, saya masuk ke kapal dan langsung diarahkan ke kamar. Begitu membuka pintu, ‘Wow, bagus!” Dapat kamar yang ada beranda dengan dua kursi dan satu meja kecil yang mengundang untuk menyesap teh atau kopi sembari melihat lautan lepas. Kamarnya nyaman dengan fasilitas lengkap serta modern. Tidak berbeda dengan hotel bintang lima di daratan.

Karena perut keroncongan (terlambat makan siang) maka saya dan beberapa teman menuju ruang makan. Pilihan jatuh ke tempat makan yang menyediakan menu Asia. Dan sekali lagi Wow! Beragam menu tersedia secara prasmanan, mulai dari masakan India, China, Seafood, salad, sup, es krim, buah, puding, camilan, dan masih banyak lagi.

Usai makan siang yang terlambat, jalan-jalan sebentar menjelajah kapal yang terdiri dari 19 deck. Karena lumayan lelah, hanya menjelajah satu lantai tempat kolam renang dan beberapa fasilitas lainnya tersedia. Setelah itu kembali ke kamar beristirahat sejenak dan bersiap mengikuti acara makan malam.

Pukul 19.30 saya menuju Bistro by Mark Best, tempat dinner undangan fam trip Dream Cruise yang diikuti sekitar 150 an travel agen dan jurnalis dari berbagai negara. Menu western berdatangan, dengan makanan utama steak. Setelah makan dan beramah tamah, selanjutnya menuju Zodiac Theater.

Ada apa di Zodiac Theater? Pertunjukkan Voyage of Lover’s Dream yang puncaknya berkisah tentang putri duyung dan astraunot, sungguh membuat penonton terkesima. Gerak tari, tata panggung, tata lampu, menciptakan tontonan luar biasa indah dan terasa real. Zodiac Theater salah satu tempat yang menjadi incaran wisatawan di kapal pesiar. Pertunjukkan dan pemutaran film bisa dinikmati sesuai jadwal. Usai pertunjukkan, saatnya memikmati malam bersama teman-teman di deck terbuka, memandang bintang, sembari menyesap kopi, teh, wine, bir, atau apa pun yang Anda suka.

Hari 2Ini hari untuk mencoba berbagai fasilitas. Bersama teman-teman dan penumpang kapal lain yang tiba-tiba saja sudah menjadi akrab, saya ikut berpartisipasi dalam berbagai permainan. Mulai dari senam pagi, bermain bola, masuk ke dalam balon besar, memanah, belajar dansa, biliar, bowling, dan masih banyak lagi.

Setelah itu makan siang bersantai memandangi lautan lepas, berkeliling, mencoba sedikit peruntungan di kasino, jalan-jalan mengelilingi mall, beristirahat sejenak, minum kopi, memandangi matahari tenggelam dari beranda kapal, dan tiba saatnya makan malam. Bersama beberapa teman mencoba memilih menu western. Setelah itu kami menonton pertunjukkan para seniman Asia Got Talent. Wah peminatnya luar biasa banyak, untung kami datang lebih awal dan mendapat tempat duduk strategis.

Usai itu, kami menghabiskan malam di tempat bowling dan biliar, sebelum beranjak ke peraduan. O iya, seperti biasa, di atas meja sudah ada coklat pengantar malam. Sedangkan di tempat tidur sudah ada newslatter berisi beragam kegiatan dan pertunjukkan yang bisa diikuti keesokan harinya. Besok kami mendarat di Surabaya dan akan berwisata ke Pulau Madura.

Hari 3Pagi-pagi kami berkumpul di Zodiac Theater. Sebagian besar penumpang kapal pesiar memilih turun ke darat, mengikuti beberapa paket pilihan. Mulai dari belanja hingga mengunjungi objek wisata. Rombongan kami ikut ke Pulau Madura untuk menyaksikan karapan sapi.

Di darat sudah menunggu bus-bus pariwisata. Setelah lengkap, beberapa bus tujuan Madura pun berangkat. Pemandu memberi keterangan tempat-tempat yang dilewati, termasuk Jembatan Suramadu. Setiba di Madura, rombongan mendatangi rumah pemilik sapi karapan yang konon kaya raya. Kisah bagaimana perawatan sapi, dan peraturan permainan karapan sapi didapat di sini.

Kemudian rombongan berangkat ke lapangan tempat karapan sapi akan diselenggarakan. Ada beberapa pasang yang akan dipacu. Wisatawan berlomba mencari tempat memotret strategis. Usai menonton karapan sapi, wisatawan daiajak meniknati makanankhas Madura, dan juga mampir ke toko cindera mata.

Sekitar pukul 16.00, rombongan kembali ke kapal pesiar. Prosedurnya mirip di bandara, melewati ruangan x-ray dan dilarang membawa buah-buahan dari luar ke dalam kapal untuk menghindari berbagai hal yang tidak diinginkan. Malam hari, saya memilih menonton film di theater outdoor. Ini menjadi salah satu kegiatan favorit saya selama di kapal pesiar.

Hari 4Hari keempat kapal medarat di Bali. Ronbongan kami ikut turun menikmati Pulau Dewata bagian utara, antara lain ke Ulun Watu, yang pemandangannya mirip dengan gambar di pecahan lama uang Rp50 ribu. Seperti yang sudah diduga, semua menikmati suasana dan pemandangan Bali.

Kami kembali ke kapal sekitar pukul 16.00. Istirahat, makan malam di restoran Jepang yang rasanya enak, dan memilih menyaksikan show yang menggabungkan nyanyian dan tari. Lagi-lagi dikelola dengan profesional dan selalu berhasil mengajak penonton berinteraksi.

Hari 5Ini hari terakhir. Hampir sepanjang hari saya bersantai. Pagi hari berenang, kemudian menikmati makanan, berbincang-bincang, menjelajahi hampir seluruh kamar, temasuk melihat fasilitas dan kamar-kamar VIP, berbelanja, sekadar mencoba kasino, menonton, dan kemudian bersiap untuk acara kembang api di malam hari.

Menjelang matahari terbenam, saya menuju theater terbuka. Duduk santai, membaca buku, menyesap kopi, dan menikmati matahari tenggelam dengan warna ang luar biasa. Sempat tertidur sejenak, sebelum makan malam dan bergabung dengan keramaian yang tengah menunggu pesta kembang api dimulai. Itu jadi pesta perpisahan, karena besok kami akan mendarat di Singapura. Saya bersama beberapa teman akan terbang kembali ke Jakarta. Usai pesta kembang api, kami memutuskan ikut clubing (sebenarnya sih saya menonton saja). Sebelumnya memuaskan diri dengan biliar dan bowling.

Hari 6Siang hari tiba di Singapura. Kami saling bersalaman, dan tiba-tiba saja daftar teman saya bertambah melebihi sepuluh jari. Sore hari saya terbang kembali ke Jakarta.

 

Kontributor

Lintang Rowe - penikmat traveling/travel Writer

IG: @lintangrowe

 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Mancanegara Terbaru