Loading
Foto: myswitzerland.com
ARAHDESTINASI.COM: Film Bohemian Rhapsody menjadi bukti betapa besarnya pengaruh film pada dunia pariwisata. Sejak film itu rilis, berbagai tur atau perjalanan terkait Freddy Mercury, sang vokalis legendaris dari Queen, menjadi jauh lebih bergairah.
Tur menelusuri kehidupan Freddy Mercury bermunculan begitu penyanyi legendaris itu meninggal dunia. Bukan hanya di London tempat lahir Queen dan tempat Freddy Mercury meniti karier hingga akhir hayat, tetapi juga di Zanzibar, di mana Freddy menghabiskan masa kecil hingga remaja berusia 18 tahun.
Sejak film Bohemian Rhapsody rilis, dikabarkan permintaan tur menapaki jejak Freddy di Zanzibar, London, dan Swiss meningkat, lintas generasi pula. Rami Malek berhasil menghidupkan Freddy Mercury di film tersebut.
ZanzibarFreddy Mercury lahir dengan nama Farrokh Bulsara 5 September 1946. Dia besar dan bermain di gang-gang Stone Town, salah satu kota di Zanzibar yang ditetapkan UNESCO sebagai situs sejarah peninggalan dunia. Kota tua yang indah itu memiliki gang-gang kecil berliku yang unik dan indah. Stone Town dikenal sebagai jantung budaya Zanzibar, dan tempat pertemuan beragam etnis serta bangsa yang berbaur tanpa menghilangkan budaya masyarakat lokal.
Wisatawan yang mengikuti tur Freddy Mercury akan diajak menelusuri gang-gang kecil, cantik, dan berkesan kuno. Mereka juga akan diajak mengunjungi kuil tua Zoroastrian, agama atau kepercayaan yang diperkirakan berusia lebih dari 3000 tahun dan dianut keluarga Freddy Mercury. Kuil itu dikisahkan menjadi tempat beribadah yang dulu kerap didatangi keluarga Bulsara.
Pemandu wisata juga akan mengajak mengunjungi Galery Zanzibar yang dulunya merupakan tempat tinggal keluarga Bulsara dan kini menjadi toko suvenir. Biasanya, tur sudah dilengkapi makan siang di Restoran Mercury, sebuah restoran di tepi laut yang didirikan dengan nuansa Freddy Mercury dan Queen.
London & SwissLondon jelas jadi sasaran napak tilas Freddy Mercury. Garden Lodge, tempat tinggal sang legend jadi sasaran kunjung. Rumah besar dengan dinding batu tinggi yang kemudian diwariskan pada mantan kekasih dan sahabatnya Mary Austin itu, sampai saat ini masih terus didatangi para penggemar Freddy. Mereka meletakan bunga, menempelkan surat, dan berbagai tindakan lain sebagai bentuk penghormatan. Sampai saat ini rumah tersebut masih ditempati Mary Austin dan keluarganya.
Para penggemarnya juga rutin mendatangi monumen berbentuk patung Freddy Mercury di Montreux, Swiss. Patung setinggi 3 meter dari bahan perunggu dan menghadap ke Danau Jenewa itu, didirikan untuk menghormati Freddy Mercury. Setiap tahun para penggemarnya berkumpul di Freddy Mercury Montreux Memorial Day, untuk mengenang dan memberi penghormatan. Sudah tentu tempat tersebut juga diserbu wisatawan. Jadi jangan heran jika bunga dan berbagai benda untuk menunjukan rasa hormat pada Freddy Mercury selalu ada setiap hari, sepanjang tahun. (*)