Jumat, 22 Mei 2026

Kisah & Cara ke Gunung Krakatau


 Kisah & Cara ke Gunung Krakatau Gunung Krakatau/dok pribadi

AKHIRNYA, saya bisa menjejak di kaki Gunung Krakatau yang melegenda itu. Dari jauh, bayangan gelap Gunung Krakatau sudah terlihat. Permukaan gunung aktif itu berwarna hitam. Ketika perahu merapat, pasir-pasir di kaki gunung yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan itu juga terlihat menghitam.

Setelah digoyang ombak perahu kayu dari Pulau Sebesi, udara segar pantai menghilangkan sebagian pusing. Sebelum naik hingga titik yang diperbolehkan, sebagian rombongan mengosongkan kandung kemih di kamar mandi darurat yang ditutup plastik biru. Airnya silakan timba sendiri.

Dari situ berbekal minuman, berjalan kaki kurang lebih 1,5 jam pulang pergi, sudah berikut foto-foto cantik di lautan pasir hitam. Biasanya, usai menikmati keunikan Gunung Krakatau, wisatawan yang ikut open trip melanjutkan perjalanan ke Rakata untuk snorkeling, baru kemudian kembali ke Pulau Sebesi yang menjadi base camp (tempat menginap).

Namun, karena waktu tidak memungkinkan, rombongan kami langsung pulang menuju Dermaga Canti di Kalianda, Ibu Kota Kabupaten Lampung Selatan. Perjalanan cukup lama sekitar 3 jam. Cuaca tidak begitu bagus, ketika saya berangkat di pertengahan Februari, hujan dan panas terik datang silih berganti.

Pulau SebesiDermaga Canti menjadi salah satu spot awal jika wisatawan ingin menikmati Gunung Krakatau dan pulau-pulau indah di sekitarnya. Dari Dermaga Canti yang berjarak sekitar 25 menit perjalanan. Dari situ dilanjutkan ke Pulau Sebesi, tempat menginap sebelum pagi-pagi buta berangkat menuju Krakatau.

Di Pulau Sebesi tersedia cukup banyak penginapan dan homestay. Mencari makan di pulau itu juga tidak sulit. Sudah terbentuk kelompok sadar wisata yang mengurus segala sesuatu, termasuk mengantar ke pulau-pulau kecil di sekitar Sebesi, termasuk tempat snorkeling.

Perjalanan ke Krakatau dari Pulau Sebesi biasanya dilakukan paling lambat pukul 04.00 dini hari. Tapi banyak juga yang berangkat pukul 03.00 untuk mengejar sunrise di Krakatau (Jangan lupa membawa bekal makanan dan minuman). Perjalanan dari Sebesi ke Krakatau sekitar 1,5 jam. Karena berangkat pukul 04.20, rombongan kami mendapatkan pemandangan matahari terbit di lautan. Tidak kalah indah, air laut menjadi semburat oranye, sama dengan langit.

BiayaSudah pasti datang berombongan akan mendapat harga jauh lebih murah. Dari Kalianda ada angkutan umum ke Dermaga Canti, kemudian dilanjutkan dengan naik kapal reguler atau carter ke Pulau Sebesi. Ongkos kapal reguler Rp25 ribu dan jika sewa satu kapal sekitar Rp1 juta. Jika ingin carter dua hari satu malam, harganya sekitar Rp3,5 juta.

Selain Dermaga Canti, Gunung Krakatau bisa dicapai dari dermaga-dermaga kecil yang tersebar di sekitar pesisir Kalianda. Di antaranya Pantai Wartawan. Dari situ, Krakatau bisa ditempuh hanya sekitar 1,5 jam perjalanan laut. Harga sewa perahunya bervariasi, satu hari sekitar Rp3 juta.

Saran1. Bisa datang ke Gunung Krakatau sudah pasti berkah yang patut disyukuri. Rasa syukur itu pula yang mendasari beberapa saran ini. Seperti persoalan klasik objek wisata di Indonesia pada umumnya, kaki Krakatau mulai dihiasi sampah. Di dekat kamar mandi darurat sampah plastik menumpuk dan menggeletak di mana-mana. Alangkah baiknya jika pengunjung yang datang dan pergi diperiksa dan diwajibkan membawa kembali sampah-sampah yang dibawa.

2. Demi keamanan, alangkah baiknya jika diatur jumlah penumpang di atas kapal kayu yang beroperasi ke Gunung Krakatau, Rakata, dan objek sekelilingnya. Kapal yang semestinya paling banyak memuat 25 orang, seringkali mengangkut hingga 50 orang. Sebagian duduk di dalam, dan sebagian lagi di dak kayu atas. Juga demi keamanan, alangkah baiknya jika diatur juga jaket pengaman.

 

 

Penulis:Maria Travel writer, penikmat traveling dan gatal berbagi pengalaman lewat tulisan.Kontak: darimataturunkehati@gmail.com

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Jawa Tengah Terbaru