Rabu, 28 Januari 2026

Jepang Blokir Pemandangan Gunung Fuji, Dampak dari Over Tourism di Kota Fujikawaguchiko


  • Sabtu, 27 April 2024 | 20:30
  • | News
 Jepang Blokir Pemandangan Gunung Fuji, Dampak dari Over Tourism di Kota Fujikawaguchiko Jepang menutup Pemandangan Gunung Fuji dengan jaring Foto The Japan Times

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Jepang benar-benar menghadapi dampak pariwisata massal. Setelah pemerintah Kyoto memutuskan menutup gang-gang untuk melindungi Geisha, kini giliran Pemerintah Kota Fujikawaguchiko Perfektur Yamanashi, memutuskan memasang jaring setinggi 2,5 meterdengan panjang 20 meter untuk memblokir keindahan Gunung Fuji.

Keputusan itu dibuat karena wisatawan bayak yang tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Mereka berbondong-bondong datang, setelah spot foto di sebelah toko serba ada Lawson menjadi populer di media sosial.

“Sangat disayangkan kami harus melakukan ini. Banyak wisatawan yang tidak menaati peraturan, meninggalkan sampah dan mengabaikan peraturan lalu lintas,” kata seorang pejabat dari Fujikawaguchiko, Prefektur Yamanashi, Jumat seperti dilansir The Japan Times.

Sebagian besar turis non-Jepang setiap harinya memadati trotoar di sebelah toko Lawson, kata pejabat tersebut.

Penjaga keamanan sudah berulang kali mengingatkan turis untuk mematuhi rambu lalu lintas, namun kejadian serupa terus berulang.

Penutupan untuk memblokir pemandangan Gunung Fuji dengan jaring juga dilakukan untuk melindungi klinik gigi terdekat di kawasan tersebut.

Wisatawan dilaporkan sering parkir tanpa izin, bahkan terlihat memanjat atap klinik untuk mendapatkan foto yang sempurna. Hal itu akhirnya membuat jengke; pihak berwenang, sehingga diputuskan memasang jaring penghalang.

Pejabat dari Fujikawaguchiko mengatakan, pembangunan jaring setinggi 2,5 meter dengan panjang  20 meter itu akan dimulai pada awal minggu depan.

“Sangat disayangkan kami harus melakukan ini, karena masih banyak wisatawan yang tidak menaati peraturan. Mereka juga banyak meninggalkan sampah,” katanya.

Ini adalah tindakan langsung terbaru di Jepang, yang dilakukan akibat overtourism, setelah penduduk distrik geisha di Kyoto melarang pengunjung masuk ke gang-gang kecil milik pribadi pada tahun ini.

Jumlah wisatawan luar negeri yang berkunjung ke negara ini mencapai rekor tertinggi, dimana pengunjung bulanannya melebihi 3 juta pada bulan Maret.

Pariwisata ke Jepang meningkat pesat sejak pembatasan perbatasan di era pandemi dicabut, dan pemerintah telah bekerja keras untuk meningkatkan jumlah pengunjung.

Namun hal ini tidak disambut baik secara universal – termasuk di Kyoto dimana penduduk setempat mengeluhkan wisatawan yang senang mengganggu geisha kota yang berpakaian rapi.

Dan musim panas ini, pendaki yang menggunakan rute paling populer untuk mendaki Gunung Fuji akan dikenakan biaya U$13 per pendaki, dengan jumlah yang dibatasi untuk mengurangi kemacetan.

Serbuan wisatawan yang memunculkan kesulitan baru juga dialami beberapa negara lainnya. Venesia baru saja membebankan biaya masuk kepada pelancong harian untuk mengatasi dampak pariwisata massal.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru