Senin, 22 April 2024

Untuk Lindungi Geisha, Wisatawan Bakal Dilarang Masuk Gang-Gang di Kawasan Gion


  • Rabu, 06 Maret 2024 | 18:00
  • | News
 Untuk Lindungi Geisha, Wisatawan Bakal Dilarang Masuk Gang-Gang di Kawasan Gion Geisha di kawasan Gion Foto South China Morning Post

JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Dewan lokal Gion, tempat bersejarah di Kyoto, Jepang akan melarang wisatawan memasuki jalan-jalan sempit di distrik tempat geisha yang ikonik, keluar untuk berinteraksi dengan klien.

Larangan itu diberlakukan setelah beberapa kejadian di mana wisatawan tidak mengindahkan aturan, mulai dari menghalangi jalan para geisha, memaksa berfoto bersama, menarik kimono, menyentuh hiasan rambut, bahkan dikabarkan ada yang menjentikan abu rokok di leher belakang geisha.

Kejadian-kejadian tak terkendali itu seperti diberitakan South China Morning Post, membuat dewan memutuskan untuk menutup labirin gang-gang di Gion yang dipenuhi restoran dan kedai teh tempat para geisha bekerja. Tiket masuk akan dibatasi hanya untuk geisha, klien dan penghuninya.

Ini adalah langkah terbaru untuk melindungi para geisha setelah dewan lokal dan pemerintah kota memberlakukan pembatasan terhadap wisatawan yang datang ke wilayah tersebut sekitar satu dekade lalu, ketika jumlah pengunjung melonjak dan geisha paparazzi mulai mempersulit hidup mereka.

Larangan tersebut tidak akan mencakup jalan utama yang melintasi distrik Hanamikoji karena merupakan jalan raya umum. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru bahwa aturan baru itu dapat menyebabkan kepadatan wisatawan di wilayah tersebut.

“Wisatawan Tiongkok daratan belum kembali ke Kyoto, namun karena melemahnya yen, tiba-tiba menjadi sangat murah untuk datang ke Jepang, dan terkadang Anda seperti berada di Thailand bersama semua turis,” kata Peter Macintosh, seorang penulis asal Kanada, pakar budaya geisha yang telah tinggal di Kyoto sejak 1993.

Pada 2019, pihak berwenang setempat mulai memasang tanda dalam berbagai bahasa yang menyatakan bahwa pengambilan foto geisha dilarang dan denda sebesar 10.000 yen (US$ 66) akan dikenakan jika tidak mematuhinya.

Namun, kenyataannya denda tersebut tidak berhasil. Penduduk lokal Kyoto mengatakan kota itu memiliki terlalu banyak turis.

“Mereka memasang tanda beberapa tahun lalu yang menyatakan bahwa memotret geisha dilarang, namun hal itu tidak memiliki landasan hukum dan semua orang mengabaikannya,” katanya.

Gion relatif tenang selama pandemi. Namun jumlah wisatawan mancanegara ke Jepang telah meningkat kembali dalam enam bulan terakhir, dan tahun ini diperkirakan akan melampaui rekor 31,88 juta wisatawan pada tahun 2019.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru