Loading
Foto ilustrasi: pixabay.com
ARAHDESTINASI.COM: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2020 sebesar 550 orang. Kenaikan target dari 280 juta wisnus itu ditetapkan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengubah metode penghitungan pergerakan wisatawan.
Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) R Kurleni Ukar, mengatakan, jika semula penghitungan BPS menggunakan survei rumah tangga, kini yang diterapkan metode penghitungan Mobile Positioning data.
“Perubahan metode pergerakan wisnus itu mengubah target dan data yang sudah ada. Pergerakan wisnus pada 2020 menjadi 518,59 juta orang, pada 2021 menjadi 525 juta wisatawan, dan pada 2022 ditargetkan sebesar 550 wisnus,” papar Kurleni dalam Seminar Pariwisata Nasional bertajuk Menjaga Momentum Pemulihan Pariwisata, Mengejar Target 280 Juta Wisnus pada 2022 yang diselenggarakan Forum Wartawan Pariwisata Ekonomi Kreatif, Rabu (15/2)
Baca juga:
Pariwisata Indonesia Cetak Pertumbuhan Positif, Kemenparekraf Genjot Promosi & Event DaerahKurleni memaparkan, penurunan pergerakan wisman dimulai saat pandemi. Pergerakan wisnus pada 2020 tercatat turun sebesar 28,2%. Pada tahun itu, perjalanan wisnus didominasi pelaku perjalanan dari Jawa dan Bali.
“Secara umum, mobilitas wisatawan Indonesia ke tempat wisata mulai kembali normal pada Oktober 2021, dan diprediksi total hingga akhir 2021 akan mencapai 525 juta pergerakan wisnus,” ujarnya.
Kurleni juga memaparkan 3 besar daerah asal wisnus dan daerah wisata yang dituju selama 2020. Di Pulau Jawa, profil pergerakan wisnus terbesar berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Di luar Pulau Jawa didominasi Sumatra Utara, disusul Sulawesi Selatan, dan Bali. Profil yang sama juga tampak pada daerah tujuan wisata yang disasar wisnus.
“ Yang jadi tantangan, pengeluaran 2020 lebih rendah dibandingkan dengan 2019. Jumlah wisnus banyak, tapi pengeluaranya sedikit. Ini menjadi tantangan bagi travel agen bagaimana cara meningkatkan pengeluaran wisnus, karena mereka belum terlalu terbiasa menggunakan jasa tour operator. Data 2020 juga menunjukkan pergerakan wisnus masih didominasi mengunjungi teman atau famili, baru kemudian rekreasi,” papar Kurleni.
Seminar yang diselenggarakanForum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu, menghadirkan Menparekraf Sandiaga Uno sebagai keynote speaker, Ketua DPP Astindo Pauline Suharno, Group Vice President Marketing and Communication Smailing Tour and Travel Service, Putu Ayu Aristyadewi, Direktur Operasional dan Keuangan PT Sarana Multigriya Financial Trisnadi Yulrisman, dan dimoderatori Mimi Hudoyo dari TTG Asia. (*)
(*)