Loading
Foto ilustrasi: Facebook Arabian Travel Market
ARAHDESTINASI.COM: Timur Tengah diperkirakan membutuhkan waktu tiga tahun untuk memulihkan kembali pasar pariwisata ke level yang sama dengan tahun 2019, sebelum pandemi COVID-19.
Perkiraan itu didapat YouGov yang diminta melakukan survei oleh Reed Exhibitions, penyelenggara Arabian Travel Market. Survei tersebut seperti diinformasikan Breaking Travel News, juga didukung analisa dari Tourism Economics (TE).
Menurut penelitian TE dan perusahaan induknya Oxford Economics, peluncuran vaksin, permintaan yang terpendam yang didukung oleh penghematan konsumen yang tinggi, pemulihan lapangan kerja, dan pembatasan perjalanan, akan memotivasi kembalinya pertumbuhan ekonomi global sebesar 5,6 persen tahun ini.
Baca juga:
Arabian Travel Mart Diundur Tahun Depan“Ini sangat menggembirakan Pada tahun 2020, pengeluaran untuk perjalanan wisata internasional hanya 20 persen dari jumlah yang dihabiskan setahun sebelumnya. Namun, tahun ini, pembelanjaan dibandingkan dengan 2019, akan pulih menjadi sekitar setengahnya,” ujar Danielle Curtis, exhibition director, Middle East, Arabian Travel Market yang akan berlangsung di Dubai World Trade Center mulai 16-19 Mei 2021.
Curtis menambahkan, diperkirakan pengeluaran belanja pariwisata akan meningkat menjadi 75 persen pada 2022 dan 95 persen pada 2023, hingga 2024. (*)